Hadir kemudian perempuan renta. Kusut, lusuh, ada sisa-sisa kewibawaan di sekujur tubuhnya. Tersenyum sebentar, lantas lari pergi! Belum sempat aku teriak memanggilnya, datang tergopoh-gopoh lelaki renta juga.
“Tahukah anda dengan seorang nenek…?”
Aku jawab, “Tahu, Kek…”.
“Dimana…?”
“Siapa Dia?”, jawabku.
“Aku harus menemukannya..”.
“Aku ingin tahu, siapa dia”.
“Belum waktunya engkau tahu…”, jerit kakek ingin segera berlalu.
“Pada waktunya aku akan seperti itu…”.
Dia berbalik arah! Melangkah mendekati papa yang bersila. Ditariknya pucuk baju koko papa, seakan bertaring, dia berkata : “Dia gila! Sedang mencari anak-anaknya…”, semakin menenyeringai ingin menelan papa.
“Teruskan…”.