Mohon tunggu...
Tiara ChoirunnisaMelinda
Tiara ChoirunnisaMelinda Mohon Tunggu... Akuntan - sering dipakai

oh hi,self love not selfish

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Menurunnya Ketertarikan Anak pada Permainan Tradisional di Era Digital

26 Juli 2021   22:05 Diperbarui: 26 Juli 2021   22:15 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

KESIMPULAN

Di era digital ini permainan tradisional tergeserkan oleh game online yang lebih menarik perhatian anak-anak generasi milenial. Mereka terlalu sibuk memainkan game online sampai mereka lupa bahwa ada permainan tradisional yang menjadi ikon dari leluhur mereka dan mempunyai banyak manfaat untuk psikologis, pengembangan karakter dari ajaran terdahulu yang dikemas dalam permainan tradisional. 

Berdasarkan hasil penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet pada tahun 2018, sebagian responden dengan rentang umur 16 tahun mengalami kecanduan game online tidak terkontrol. Yang mana hal tersebut dapat menyebabkan gangguan psikologis yang serius pada anak. Maka dari itu ide-ide untuk memperkenalkan permainan tradisional secara luas harus terlaksanakan.

DAFTAR PUSTAKA

 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2018). Penetrasi & profil perilaku pengguna internet Indonesia survei 2018. https://apjii.or.id/survei2018/download/2JV8KDrO6RyCAeYzsgxd7WMl0GmN5X.  Diakses Pada 25 Juli 2021.

Melinda. (2017). Eksistensi Permainan Tradisional. http://repository.ump.ac.id/3525/3/MELINDA%20BAB%20II.pdf. Diakses Pada 25 Juli 2021     

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun