Saya melihat sendiri bagaimana kekurangan tenaga kerja. Para oma dan opa tersebut banyak yang memerlukan perhatian khusus misalnya yang sederhana harus sering minum dan tidak cukup perawat yang memperhatikan hal tersebut.
Sehingga sering terjadi opa dan oma menjadi sakit karena kurang minum, misalnya.
Ada juga perawat yang terlalu banyak pekerjaan dan tanggung jawab karena kurangnya tenaga perawat dan akhirnya menjadi agresif dan tidak ramah.
Itulah sekelumit pengalaman kami, mengapa tidak mengirim oma yaitu ibu mertua dan saat ini ibu saya sendiri ke panti Jompo.
Menitipkan ke panti jompo sementara
Di Jerman, kami ada kesempatan untuk 4 minggu dalam setahun berlibur dan menitipkan orang tua ke panti Jompo gratis. Gratis karena biaya satu bulan menitipkan orang tua kita di panti Jompo ditanggung asuransi perawatan hari tua.
Saya juga menitipkan oma saat itu ke panti jompo sehingga kami dengan tenang berlibur dan pulang ke Indonesia.
Fasilitas ini bagus, karena merawat orang tua tidaklah ringan, perlu kadang-kadang menimba kekuatan lagi atau energi tanken.
Tetanggaku si Ute, harus mendapat perawatan psikologi setelah merawat bapaknya. Perawatan itu dia jalani setelah bapaknya meninggal.
Hal-hal yang memungkinkan merawat orang tua di rumah
Selain Caritas atau lembaga yang mengkoordinir suster dan perawat untuk perawatan di rumah juga karena suami sudah pensiun.