Mohon tunggu...
Theresia Iin Assenheimer
Theresia Iin Assenheimer Mohon Tunggu... Lainnya - Ibu dari dua putra

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Pantang dan Puasa sebagai Rasa Solidaritas Sesama yang Menderita

16 April 2022   23:56 Diperbarui: 17 April 2022   06:34 271
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Selain gandum, Ukraina penghasil bahan makanan ternak yang akan berakibat pada harga daging. Jadi karena perang Ukraina harga daging menjadi mahal.

Bahan- bahan dasar pupuk diekspor Rusia, sejak perang Rusia Ukraina, harga pupuk melonjak tinggi.
Kasihan para petani. Hasil pertanian, baik itu bahan makanan pokok, sayur dan buahpun menjadi mahal karena harga pupuk yang tinggi.

Sebagai contoh, harga tomat di supermarket sebelum perang Ukraina, 2,5 Euro, saat ini 4,5 Euro per kilogram.

Dengan berpuasa kita bertenggang rasa dengan rakyat kecil yang terdampak langsung oleh kenaikan harga bahan  makanan tersebut . Mungkin mereka tidak lagi cukup mendapatkan bahan makanan. Pendapatan yang diterima tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Jadi selama masa puasa berpantang untuk tidak berlebihan dalam soal makan. 

Kembali lagi ingat makan untuk hidup  bukan  hidup untuk makan.

Tidak membeli dan mengenakan baju baru

Besuk pagi sudah hari Raya Paskah. Dulu saat masih kanak- kanak mendapatkan baju baru.  Saat ini lain lagi. Biarpun mode musim semi begitu indah menggoda, tetapi tutup mata. Ingat saudara- saudara korban perang yang pergi meninggalkan rumahnya hanya sehelai baju yang dipakainya.

Dengan pantang dan berpuasa, saya belajar untuk mencukupkan diri.

Sekarang, puasa sudah berakhir. Hati menjadi semakin jernih. Hati mulai bisa merasakan kembali, betapa Dia Yang Maha Tinggi mengasihi saya dan keluarga saya.

Hati yang jernih, akan dengan ringan untuk tersenyum ,  menyapa ramah  menerima orang lain seperti apa adanya. Hati dipenuhi suka cita karena  keyakinan atas Cintanya, Dia yang telah lebih dulu mengasihi kita. Mengapa tidak mencoba untuk mengasihi dan mengampuni siapa saja yang telah menyakiti kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun