Mohon tunggu...
temali asih
temali asih Mohon Tunggu... Guru -

berbagi dan mengasihi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Demit] Renjana Cinta Sang Dewi

17 Maret 2019   11:20 Diperbarui: 1 April 2019   17:48 285
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Kau mau tahu atau mau tahu pake banget?" tanya Freisa sambil tersenyum simpul. Mengarang cerita pendek buatnya adalah pekerjaan yang menggairahkan. Lain dengan Rianti. Lebih menyukai artikel tentang kepahlawanan wanita.

"Ok! Mau tahu pake banget! Kutunggu lanjutannya, 15 menit?" Rianti menantang Freisa dengan tatapan menggemaskan.

"Kalau kau bilang cerita lanjutannya keren, kau harus traktir, siap?" Freisa balik menantang. Ia mengedipkan sebelah matanya.

Rianti membalas dengan dua acungan jempol.

Lima belas menit berlalu, Rianti mendapat kiriman email dari Freisa. Untungnya pekerjaan mereka sudah mulai longgar hingga bisa sedikit bersantai.

Rianti dengan tenang membaca cerita lanjutan Cinta Berselimut Kabut yang dibuat versi teman karibnya itu.

"Gilaaa!"

Suasana hening mendadak riuh, semua mata memandang ke arah Rianti, teman satu ruangannya bertanya-tanya ada apa. Rianti terkikik dan meminta ma'af dengan sopan. Akhirnya semuanya memaklumi.

Tak disangka oleh Rianti, Freisa memiliki imaji seliar itu. Demi duit seseorang bisa bertindak keji. Rina dalam tokoh utama digambarkan bertindak menjadi wanita tabah dan perkasa. Nikita mendapat tempat dalam sel tahanan dan Ron dirawat di rumah sakit jiwa. Ingatan Ron hilang. 

Sementara Reno, memilih gadis cantik yang kaya raya anak dari kolega ayahnya. Wajah Rani yang rusak parah dengan codetan besar mulai dari dahi kanan hingga pelipis kiri dibiarkan tanpa operasi.

Dalam cerita Freisa, Rani justru mendapatkan kedamaian dari wajahnya yang buruk. Ia membaktikan diri menjadi pengasuh di panti jompo. Rani kehilangan cita-cita untuk hidup senang dan kaya raya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun