Nafsu ini letaknya di hati fuad. Nafsu agar dirinya disanjung, dihargai, dimuliakan oleh orang lain. Nafsu ini mengakibatkan orang menjadi sombong, tamak, dan angkuh. Dia merasa lebih mulia dan lebih kaya dari orang lain. Apapun tindakan yang dilakukannya umumnya hanyalah membangun opini publik dan pencitraan dirinya. Semua yang diberikan pada orang lain memiliki pamrih. Orang seperti ini gila terhadap dunia dan sanjungan. Dia ingin dipandang lebih dari pada orang lain. Nafsu ini pun bisa mengakibatkan perbuatan jahat kepada orang lain, jika tidak bisa mengendalikannya.Â
Muthmainah
Muthmainah adalah nafsu yang mengarah pada kebaikan. Rasa kesadaran yang ada dalam diri manusia mengarahkan dirinya untuk selalu bersujud dan mendekatkan diri pada Illahi. Secara manusiawi dia sadar bahwa dirinya hanyalah makhluk lemah yang tidak ada kekuatan lain selain Allah. Manusia menjadi patuh terhadap nilai-nilai yang ditekankan dalam agama. Sehingga akan mendekatkan diri sebaik mungkin pada Illahi. Dari sini manusia akan selalu ingin berbuat baik. Menolong terhadap sesamanya, munculnya rasa simpati maupun empati.
Baca juga: Sudah Tahu Toxic tapi Tak Bisa Melepas? Hati-hati Sedang Terperangkap dalam Hawa Nafsu
Pancer adalah diri.
Pancer dalam hal ini adalah saya beserta badan wadag saya. Saya mempunyai peranan penting sekali untuk mengendalikan nafsu-nafsu tadi. Bagaimana kita berbuat adil terhadap nafsu yang bergejolak,dan bagaimana pula kita mengendalikan agar semua menjadi selaras atau seimbang. Sebab jika kita tidak bisa adil dalam mengendalikan nafsu tadi maka akan berakibat buruk pada kesinambungan fisik dan psikis kita. Muncullah sebuah penyakit karenanya.
Nafsu menurut Ibnu Sina
Sedangkan pendapat dari Ibnu sina menyebutkan bahwa nafsu itu ada tiga yaitu nafsu amarah, nafsu syahwat, nafsu pengetahuan. Nafsu amarah sudah dijelaskan di atas. Nafsu sahwat letaknya ada di perut bagian bawah. Apabila nafsu ini meledak-ledak dan manusia tidak bisa mengendalikannya maka akan menjadi petaka, akan melakukan tindakan hina dan tidak terpuji pada wanita. Tapi jika nafsu ini kecil maka manusia itu menjadi loyo.
Nafsu pengetahuan letaknya di kepala. Jika nafsu ini kurang maka akan menjadi jumud atau bisa juga bodoh. Tapi jika berlebihan maka akan menjadi licik. Yang paling ideal adalah manusia bisa cukup, tidak kurang dan tidak lebih maka akan disebut cerdas.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI