Pembuatan sebuah akun grup, sejak awal memberikan kejelasan mengenai info apa saja yang boleh atau tidak masuk menjadi materi yang dapat dimuat.
Tetapi, masih saja orang sesuka hati menebar info semaunya sendiri.
Jadi, antara subjek grup dan berita di dalamnya, sering tidak nyambung.
Campur baur info dalam sebuah grup akan menimbulkan presepsi macam-macam. Misalnya saja antara perisriwa politik dikaitkan dengan kebencanaan, pendapat disambung-sambungkan.
Padahal secara disiplin dua subjek bahasan itu berbeda satu sama lain.
Orang dalam grup menjadi terganggu pemikirannya. Grup-grup medsos tertentu cenderung mencipta anggota-anggotanya menjadi kurang optimal memilah informasi.
Anehnya lagi, kemudian banyak yang kecanduan hoax.
Tanpa pikir panjang, hoax mudah menyebar karena kemudahan menggunakan fasilitas berbagi yang ada dalam aplikasi medsos.
Mengatasi semua ini, jauh-jauh hari lembga pemerintah semacam Kementerian Informasi atau Kominfo melakukan sosialisasi agar kita terhindar dari hoax.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang dapat kita lakukan guna terhindar dari hoax terutama di dunia maya.
Lima tips ini setidaknya akan membantu kita bijak bermedsos hingga antisipasi hoax: