Mohon tunggu...
Taufik Uieks
Taufik Uieks Mohon Tunggu... Dosen - Dosen , penulis buku travelling dan suka jalan-jalan kemana saja,

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

JIka Ingin Lebih Kaya, Mari Mampir ke Taman Ini

6 Juni 2022   18:42 Diperbarui: 6 Juni 2022   18:45 1116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di jalan ini ternyata sekarang banyak lokasi yang menawarkan lahan parkir baik buat roda emat maupun roda dua. 

Rupanya karena kahan parkir untuk ke Tebet Eco Park sangat terbatas karena dikelilingi oleh beberapa jalan yang sempit, maka warga setempat yang mempunyai lahan kosong menawarkan lahan mereka menjadi tempat parkir. 

Pedagang Tepi Jalan: Dokpri
Pedagang Tepi Jalan: Dokpri

Saya berjalan belok ke kanan dan menikmati suasana yang mulai ramai.  Banyak sekali penjual makanan di tepi jalan ini bagaikan di mal terbuka.  Di tepi jalan ini saya juga bertanya kepada seorang berseragam petugas dimana pintu masuk ke taman. 

"Itu di dekat tukang Jual Balon," jawab petugas itu sambil menunjuk ke tempat di tepi taman sekitar 50 meter.   Wah lumayan dekat dan ternyata petunjuk jarak di halte dan JPO Trans Jakarta sama sekali tidak berdusta.   Keputusan untuk berkunjung ke sini menggunakan Trans Jakarta ternyata merupakan keputusan yang tepat.

Peduli Lindungi: Dokpri
Peduli Lindungi: Dokpri

Akhir pekan di Tebet Eco Park sangat meriah. Sepanjang tepi jalan berderet berbagai macam dagangan, baik makanan, minuman, maupun mainan anak-anak. Penjual minuman menawarkan dagangannya sambil berteriak bahwa di dalam tidak ada yang jualan.  

Masuk di pintu gerbang, sama sekali tidak ada pemeriksaan walau ada tempat di mana pengunjung harus memindai aplikasi Peduli Lindungi. Pandemi Covid seperti sudah berlalu kecuali sebagian besar pengunjung masih memakai masker. Walaupun ada juga beberapa yang sudah melepasnya. Bukankah a ini memang taman di luar ruangan, sehingga kita bebas tidak memakai masker?

Hal pertama yang saya jumpai adalah denah taman yang menunjukkan beberapa zona yang ada di Tebet Eco Park ini.  Ada zona mainan anak, ada juga zona untuk bersantai alias Community Garden, ada juga yang banyak pepohonan dan dinamakan Forest buffer, serta sebuah Jembatan yang disebut Infininty Link Bridge Sekilas Taman yang luasnya 25 Hektar ini dibelah oleh sebuah jalan namun dapat dikunjungi dengan jembatan  yang berbentuk huruf S atau lebih mirip angka delapan.   

Singkatnya selain nama Taman yang keren dalam Bahasa Inggris, yaitu Tebet Eco Patk, nama tempat dan fasilitas di taman ini juga semuanya dalam Bahasa Inggris.   

Di dalam taman banyak pengunjung yang umumnya datang bersama keluarga bersantai duduk-duduk di tikar. Uniknya di pinggir pagar seng, ada penjual tikar yang menawarkan tikar asli seharga 10 ribu rupiah.  Yang kelihatan hanyalah sebagian kepala dan badan bagian atas sanga penjual.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun