Tower of London dengan sejarah yang panjang hingga hampir satu milenium tentunya tidak dapat dilepaskan oleh kisah-kisah tentang hantu dan arwah penasaran yang gentayangan di lorong-lorong, halaman dan menara yang penuh dengan kisah kekejaman dan kebengisan.
Nah demikian juga dengan benak saya yang terus membayangkan kisah-kisah itu sebagaimana dikisahkan oleh pemandu wisata, sang Yeoman Warder.
"Ada banyak sekali kisah penampakan hantu di Tower of London ini," demikian salah satu kata yang saya ingat. Ditambahkan juga ada 13 kisah yang paling terkenal dan sering menjadi semacam legenda hidup di benteng sekaligus istana dan penjara paling ikonik di London itu.
Sang Yeoman Warder tentunya tidak sempat menceritakan semua tiga belas kisah itu. Ada beberapa yang saya ingat, berikut adalah tiga kisah penampakan hantu perempuan yang konon paling menyeramkan di Tower of London:
1. Anne Boylen
Dikisahkan bahwa Anne Boylen merupakan istri kedua Henry VIII yang terkenal dengan julukan Si Janggut Biru. Anne sempat menjadi ratu selama tiga tahun yaitu sejak 1533 hingga kematiannya pada 1536 karena dipenggal di Tower of London.
Sebenarnya Anne Boylen muncul di istana pertama kali sebagai dayang buat Catherine of Aragon, yaitu istri pertama Henry VIII. Namun Henry VIII tergila-gila kepada Anne Boylen sehingga kemudian mencari alasan untuk menceraikannya.
Bahkan karena agama Katolik melarang perceraian, Henry VIII kemudian mendeklarasikan dirinya sebagai Kepala Gereja Anglikan Inggris. Salah satu alasan untuk menceraikan Catherine adalah karena dia tidak bisa memberinya anak lelaki.
Sebenarnya Catherine pernah melahirkan anak lelaki, tetapi meninggal sewaktu bayi. Bahkan dari 6 anak perempuannya, hanya seorang yang bisa berangkat dewasa, yaitu Mary.
Namun Nasib buruk pun menimpa Anne Boylen, hanya tiga tahun dia menjadi ratu, Anne Boylen juga tidak bisa memberi anak lelaki.
Anne Boylen kemudian dituduh melakukan perselingkuhan dan pada 2 Maei 1536 dibawa ke Tower of London melewati Traitor's Gate yang terkenal itu. Anne dieksekusi dengan pedang pada 19 May 1536 di Tower Green.
Ini sesuai dengan permintaan terakhirnya agar tidak dikampak supaya lebih mudah. Beberapa hari kemudian Henry VIII kembali menikah dengan Jane Seymour, yang juga sebelumnya merupakan dayang-dayang Anne Boylen. Sejarah kembali berulang.
Nah konon arwah Anne Boylen masih sering menampakkan diri di Tower of London ini. Salah satu yang paling menyeramkan adalah cerita seorang penjaga yang pada suatu malam melihat cahaya berkelap-kelip di Chapel Royal.
Ketika dia mendekati, ternyata ada arak-arakan sekelompok bangsawan, lelaki dan perempuan yang diipimpin oleh seorang perempuan yang mirip dengan Anne Boylen. Arak-arakan ini menuju ke Kapel St Peter ad Vincula dan menghilang di sekitar tempat Anne Boylen di makamkan,
2. Lady Margareth Pole, Countess of Salisbury
Perempuan kedua yang juga sering mengalami nasib sangat menyedihkan di Tower of London adalah Lady Margareth Pole. Dia dieksekusi pada 27 Mei 1541 atas perintah Henry VIII dengan alasan yang sama sekali tidak jelas.
Margareth Pole sebenarnya masih memiliki kekerabatan dengan Henry VII karena dia masih termasuk sepupu ibu kandung Henry VIII, yaitu Elizabeth of York.
Margareth juga masih keponakan Raja Edward IV dan Richard III. Bahkan Margareth juga menjadi orang dekat Henty di istana karena dia menjadi pengasuh Mary yang sudah ditinggal mati oleh ibunya Catherine of Aragon.
Kesalahan Margareth hanyalah karena dia adalah ibu dari Reginald Pole, yang merupakan seorang Katolik dan tidak mau mengakui Henry sebagai Kepala Gereja Anglikan.
Reginald pergi ke luar negeri dan kemudian mengumpulkan kekuatan untuk melawan Henry VIII. Karena tidak bisa menghukum Reginald, maka ibunya lah harus menanggung dosa sang anak. Dia dipenjarakan pada 1539 dalam usia yang sudah tidak muda lagi, yaitu 65 tahun.
Dan pagi itu 27 Mei 1541, nenek berusia 67 tahun itu diperintahkan untuk bersiap-siap menerima ajal dengan dieksekusi dan dipenggal. Margareth Pole tidak pernah mengaku bersalah dan konon kisah eksekusinya menjadi sebuah drama paling mengerikan di Tower of London.
Menurut cerita, sang algojo yang diberi tugas untuk melakukan eksekusi masih sangat muda dan belum berpengalaman, Sehingga kapak yang seharusnya diarahkan ke leher malah kena ke bahu dan kepala sehingga berlumuran darah.
Diperlukan sekitar sepuluh ayunan kampak sebelum Lady Margareth Pole meninggal. Bahkan ada versi cerita kedua di mana Margareth Pole sempat berlarian berlumuran darah dan dikejar oleh sang algojo.
Dan sejak saat itu, penampakan hantu Margareth Pole sering terlihat di Tower Green berlarian seakan-akan dikejar algojo setiap ulang tahun hari eksekusinya yaitu 27 Mei.
Bahkan di sel tempat Margareth Pole ditahan selama dua tahun ditemukan sebuah puisi yang menyatakan bahwa dia sebenarnya tidak bersalah:
For traitors on the block should die;
I am no traitor, no, not I!
My faithfulness stands fast and so,
Towards the block I shall not go!
Nor make one step, as you shall see;
Christ in Thy Mercy, save Thou me!
Perempuan ketiga yang juga menemui nasib tragis di Tower of London adalah Catherine Howard, istri kelima Henry VIII. Dia menemui ajalnya pada 13 Februari 1542, hanya 3 hari setelah ditahan di Tower of London, dalam usia yang masih sangat belia, sekitar 17 dan belum genap 18 tahun.
Kisah Catherine Howard merupakan sebuah tragedi. Dia menikah dengan Henry VII pada 28 Juli 1540 setelah Henry VIII membatalkan pernikahannya dengan istri ke 4, Anna Cleve. Mirisnya, Catherine juga pernah bertugas sebagai dayang-dayang Anne Cleve.
Namun setelah mereka menikah, rumor bertebaran mengenai masa lalu Catherine sebelum mereka menikah.
Dikabarkan Catherine mempunyai hubungan dengan beberapa pria. Belum lagi juga ada rumor mengenai perselingkuhannya dengan Thomas Culpepper, seorang pekerja di istana yang juga sebenarnya sangat dekat dengan Raja Henry VIII.
Akhirnya, Thomas Culpepper dihukum pancung pada 10 Desember 1541 dan sekitar dua bulan kemudian, Catherine Howard menyusul di eksekusi di Tower of London.
Penampakan arwah Catherine Howard sering diberitakan gentayangan di 'Haunted Gallery"di Hampton Court Palace. Banyak pengunjung yang melaporkan sensasi dingin dan aneh serta mengerikan ketika melewati koridor di galeri ini.
Konon ketika Catherine ditangkap beberapa hari sebelum dieksekusi, dia sempat melarikan diri dari penjaga dan menuju ke pintu Chapel Royal, tempat saat itu Henry VIII sedang berdoa. Catherine berteriak meminta ampun kepada Henry, namun tidak mendapat tanggapan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI