Setiap kelompok harus menentukan jumlah biaya yang diperlukan untuk membuat produk tersebut, sehingga bisa diketahui besarnya iuran yang harus dibayar oleh setiap anggota kelompok.
Ketiga menyusun jadwal pelaksanaan proyek. Tapai ketan dan tapai singkong yang akan dibuat memerlukan waktu fermentasi minimal 3 hari. Untuk tapai ketan saya pernah membuat artikelnya tahun kemarin, bisa dibaca di sini.
Jadwal pembelajaran IPA di kelas dalam satu minggu sebanyak 5 jam pelajaran, saya meminta siswa membawa produk yang dihasilkannya pada saat pembelajaran yang waktunya 2 jam sehingga cukup untuk melakukan presentasi semua kelompok.
Akhirnya disepakati jadwal pembuatan proyek yaitu 3 atau 4 hari sebelum presentasi, dibuat di rumah salah satu anggota kelompok dan hasilnya di bawa ke sekolah.
Keempat yaitu menyelesaikan proyek dengan fasilitasi dan monitoring guru. Pada saat membuat proyek di rumah, setiap kelompok diminta untuk mengirimkan foto-foto atau video mereka yang sedang melakukan proses pembuatan salah satu produk bioteknologi tersebut.
Bahkan ada yang mengirimkan foto kegiatan mulai dari mencabut singkong di kebun. Karena ada beberapa siswa yang orang tuanya memiliki kebun singkong di rumahnya.
Mereka juga melaporkan anggotanya baik yang datang ataupun yang tidak hadir pada saat pembuatan proyek tersebut.
Dengan mengirimkan foto atau video kegiatan saya menjadi yakin bahwa makanan yang mereka buat bukan hasil membeli, tetapi dibuat oleh mereka sendiri.
Kelima yaitu menyusun laporan dan presentasi hasil proyek. Sebelum proyek dibuat, saya mengirimkan format laporan sederhana dengan sistematika sebagai berikut: pendahuluan atau latar belakang, tujuan, alat dan bahan, cara kerja, hasil pengamatan, pembahasan dan kesimpulan.
Laporan tersebut bisa dikembangkan oleh setiap kelompok dan filenya dikirimkan sehari sebelumnya. Foto-foto kegiatan bisa dilampirkan di halaman terakhir.Â