Maka pepatah "Dengan Ilmu Mudah dengan Seni Indah" berlaku dalam kehidupan rakyatnya sehari-hari. Lantas, apa yang sesungguhnya diperlukan oleh seorang pemimpin rakyat untuk mengantar rakyatnya pada tahap kesejahteraan sebagaimana tujuan bernegara?
Tidak lain adalah membuka jalan bagi kemudahan hidup rakyat dan membawa rakyatnya pada tahapan kesejahteraan hidup sebagaimana manajemen sosial dalam penjelasan Maslow the theory. Bahwa masyarakat sejahtera sebagaimana ilustrasi piramida. Dari masyarakat yang sebatas memenuhi kebutuhan dasarnya hingga rakyat disuatu negara yang benar-benar sejahtera mampu mencapai tahapan dalam memenuhi kebutuhan tertiernya (mewah).
Keempat, Kualitas Rakyat. Kualitas rakyat dalam politik adalah kemampuan mereka memilih pemimpinnya sebagai pelayan mereka. Hal ini tentunya menuntut kemampuan rakyat untuk mengetahui pilihannya secara tepat agar pilihannya bukan bermental pengkhianat rakyat. Bagaimana mengetahui seseorang sebagai calon pemimpinnya atau seseorang yang mewakilinya diparlemen.
Hal ini membutuhkan wawasan dalam politik dan bernegara. Bukan pekerjaan sepele, siapa yang memberi uang kemudian rakyat tantu merasa berdosa jika tidak memilihnya akibat warga dan bangsa yang memiliki agama sebagaimana Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal sebaliknya jika mereka menyogok maka seharusnya rakyat justru tidak memilihnya karena mentalitas mereka korup. Mereka tidak sabar untuk memahami rakyat sehingga langkah praktis mereka membeli suaranya.
Dengan rakyat memahami politik yang benar maka negara akan lebih baik dalam pengelolaannya karena tidak diwarnai dengan sogok kiri dan kanan dalam berbagai urusan.
Ketika pemerintah bisa menempatkan negara sebagaimana harapan rakyat dan kedaulatan mereka dicapai, maka pemerintah akan menghormati rakyat sebagai pemilik negara yang sesungguhnya. Kemudian barulah warga masyarakat barulah bisa mencintai negara dengan kesadarannya. Tentu saja mereka akan mengibarkan bendera negaranya dengan kesadaran dan kebanggaan dan tahap perintah strategi Tapak Sepatu Prajurit (TSP) tidak lagi efektif.
Salam
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H