Secara fisik Habib Rizieq memang jauh berada di Arab sana, namun momentum Pilpres 2019 tidak dia lewatkan begitu saja. Saya pun menyebutnya sebagai jurkam jarak jauh. Hingga diam-diam muncul dalam pemikiran saya sebuah imaji yang entah.
Seandainya Habib Rizieq pulang ke Indonesia lebih awal, sebelum tahun politik mulai menghangat, akankah dia akan mendapatkan posisi sekelas Erick Thohir di kubu Prabowo - Sandi?
Sebagai pengamat dapur politik, saya berharap ada gebrakan dari team pemenangan Prabowo. Utamanya terkait kepastian posisi Joko Santoso sebagai ketua Tim Sukses baik secara de facto maupun de Jure. Semoga nama Sang Jenderal tidak sedang dilambungkan sesaat untuk kemudian terkendala dalam perebutan posisi internal dari koalisi setengah hati.
Imajinasi saya terus berkembang seputar Komando JS vs HR. Penelusuranpun saya lakukan. Joko Santoso sepanjang karier militer hingga politik pasca purna TNI nyaris tidak pernah mengambil posisi sebagai penyerang. Sebagai purna TNI bintang 4, level Joko Sudah pada tataran pemikir strategi, pemberi nasehat, pengarah, pembina bagi sosok Capres Cawapres Prabowo- Sandiaga Uno.
Bertemunya Joko Santoso dengan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Sukses dari maing-masing kedua kandidat capres cawapres 2019 tidak bisa ditarik dikotomi dari segi manapun. Yang Jelas, keduanya belum pernah berhadap-hadapan sebagai lawan politik.
Lantas, bagaimana dengan Habib Rizieq? Tokoh islam yang cukup mengundang kontroversi ini sejatinya sangat heroik. Laksana komandan perang, HR mampu mengobarkan semangat para pengikutnya. Wajarlah jika dia memegang tampuk kepemimpinan ormas islam yang kerap memperlihatkan aksi people power dibawah panji FPI.
Medio Agustus 2013 silam, Habieb Rizieq cukup keras menyebut nama Erick Thohir, seperti yang dilansir melalui Voa-islam.com : "Kalau mau turunkan berita tentang FPI, wajib tabayyun dulu ke FPI, atau memang Republika sudah menjadi media liberal karena dipimpin Erick Tohir?” tegas Habib Rizieq Syihab melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Selasa (13/8/2013).
Dan Kini, Pilpres 2019 Erick Thohir menjadi political darling.ET Menempati pucuk pimpinan suksesi kubu Jokowi. Karena itu pulakah, Habib Rizieq kembali kesumat untuk turut menggelorakan perebutan kekuasaan?! Terlepas dari luka lama pimpinan FPI yang secara tida langusng ditujukan kepada Erick Thohir atas pemberitaan Republika kala itu, semoga HR tidak menjadi bayang-bayang JS dalam memegang komando tim sukses Prabowo. Sebab jika itu terjadi, maka tidak ada lagi kata satu komando dari Sang Jenderal.
Ah Bib..Habib andai saja engkau pulang ke Indonesia lebih awal, tanpa melalui mekanisme Ijtima ulama mengacu pada point ke 16, Bukan tidak mungkin Engkau akan menjadi sekelas Erick Thohir dari Kubu Sebelah.