Mohon tunggu...
Syta Dwy Riskhi
Syta Dwy Riskhi Mohon Tunggu... Administrasi - Move

Simpel dan santai

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

"Tahu Tahu Nyaman"

29 November 2018   21:43 Diperbarui: 29 November 2018   21:51 250
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Ku berjalan menuju keberadaan tahu bulat itu, di bawah rintihan hujan yang tiada deras juga tiada terang, menorehkan genangan air di jalan sana-sini. Perlu berapa ribu nih belinya, hmmmm karena Cuma cemilan jadi butuh lebih banyak porsi dong. Otakku masih saja memikirkan ini itu, apalah aku yang hanya anak kosan beruang saku secukupnya, cukup untuk makan sebulan.

Wahhh..... tak disangka tahu bulat banyak yang antri, bahkan dibawah hujan yang merintik ini, banyak juga pemburu tahu bulat. Di antrian panjang itu, berdiri di sebelahku pemuda berjaket kulit warna hitam, nampak mirip tukang ojek jaman dulu, hihi. Sesekali tak sengaja beradu tatap, jadi kikuk ketika bibir ini merespon dengan senyuman.

Selang beberapa detik, ia menanyakan statusku.

"mahasiswa sini mbak?"

"hmmm iya mas"

"semester berapa ?"

"semester tujuh, masnya mahasiswa juga ?"

"iya kampus sebelah"

"oh semester berapa"

"semester sembilan, haha tua ya?"

"haha iyaaa" sontak saja aku membenarkan dan tertawa, memang benar begitu akupun setuju setuju saja. Obrolan semakin panjang sembari menunggu tahu tahu di goreng. Dia menceritakan mengapa ia belum lulus, dan membicarakan kegiatannya ini itu yang padat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun