Anak muda dapat meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, komunitas, atau organisasi yang dapat mengembangkan kemampuan non-akademik mereka, seperti bidang seni, olahraga, kepemimpinan,Volunteer dan lainnya. Hal ini akan membangun karakter yang kuat.
3. Menyuarakan pentingnya pendidikan karakter
Anak muda dapat menjadi agen perubahan dengan menyuarakan pentingnya pendidikan karakter di tengah sistem pendidikan yang terlalu berorientasi pada nilai akademik. Mereka dapat berdiskusi, menulis, atau melakukan kampanye untuk menyadarkan masyarakat.
4. Memotivasi teman sebaya
Anak muda dapat saling memotivasi teman sebayanya untuk tidak hanya fokus pada nilai dan peringkat, tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual. Mereka dapat saling mengingatkan untuk tetap menjaga akhlak dan kepribadian yang baik.
saat ini dapat kita jumpai wadah wadah yang dapat mendukung anak muda untuk memotivasi teman sebaya nya dengan menjadi delegasi Duta, Brand Ambassador, Influencer, Podcaster seputar Edukasi, dll.
5. Berpartisipasi dalam perbaikan sistem pendidikan
Anak muda dapat terlibat dalam organisasi siswa/mahasiswa atau lembaga pendidikan untuk memberikan masukan dan ide-ide baru dalam memperbaiki sistem pendidikan agar lebih seimbang antara pengembangan intelektual dan pembentukan karakter.
Generasi muda adalah masa depan umat. Jika mereka baik, maka baiklah umat ini. Namun, jika mereka rusak, maka rusaklah umat ini. Oleh karena itu, pembinaan dan pendidikan generasi muda menjadi tanggung jawab kita bersama.
Habib Umar Bin Hafidz
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI