Mohon tunggu...
Syamsuddin B. Usup
Syamsuddin B. Usup Mohon Tunggu... wiraswasta -

Kakek dari sebelas cucu tambah satu buyut. Berharap ikut serta membangun kembali rasa percaya diri masyarakat, membangun kembali pengertian saling memahami, saling percaya satu sama lain. Karena dengan cara itu kita membangun cinta kasih, membentuk keindahan hidup memaknai demokrasi.\r\n

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Obama and The Folklore about Hanuman

9 November 2010   16:33 Diperbarui: 26 Juni 2015   11:44 81
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Aji mumpung...ya mumpung lagi ngetren ngomongin kunjungan Obama ke Jakarta. Kepingin sedikit berbagai ceritera yang belum sempat dibaca.  Semoga menghibur :)

Obama always brings along him a little mascot? Is that mean as magic power? That is not true. I don’t believe that issues. But someone told me, a group India citizen propose God’s statue Hanuman to him. They want to blessing Democrat’s presidential candidate winning on November election. That group decides to send Hanuman statue while knowing Obama pick a little accessory image of monkey statue.Brij Mohan Bhama, the Obama’s fans of India says, ”The God statue was 15 kilograms of weight, 61 cm length, because I believe Obama will changes to better relationship to India if be elected in Presidential Election”.


Nggak tahu deh, benar atau salah semua English nya. Aku mengutip berita yang kubaca pada masa kampanye tempo hari.

What is Hanuman? I don’t have good enough reference about that original epic story Ramayana by Maharishi Valmiki of India.

Tapi disini saya ada folklore yang kuingat yaitu tentang pertarungan antara dua saudara kembar yang memperebutkan cinta perawan cantik luar biasa. Ceriteranya saya gubah dibawah ini.

Diva Anjani adalah miss world dalam legenda, bidadari yang dihukum para dewa, dari alam maya dia dilempar ke bumi. Nah lho, ketika itulah dia disandra oleh raksasa Kiswari di gua Kiskenda untuk dijadikan isteri sang raksasa jelek. Dia menolaknya.

Nangis ngak ketika dia dipaksa kawin sama raksasa.

Tentu donk. Anjani mengangis dan tangisanya terdengar sampai radius ratusan kilometer.

Tapi namanya saja bidadari, tangispun tetap saja terdengar merdu suaranya sehingga mengundang si kembar kera sakti bernama Sugriwa dan Subali menelusuri dari mana datangnya suara itu. Setelah mengetahui bahwa ternyata ada gadis cantik yang disekap oleh raksasa. Kedua kera yang berbudi luhur itu menolong Anjani. Mereka bertekad untuk membebaskannya dari raksasa Kiswari.

Si kembar bersepakat, sang adik Sugriwa yang membawa lari Anjani keluar gua sementara Subali menghalangi raksasa. Di dalam gua, Subali bertarung sengit melawan raksasa pake kungfu shaolin dan jurus monyet mabok atau jurus bangkui didalam gua.

Sebelum bertarung dia berpesan kepada Suigriwa, apabila dari dalam gua mengalir darah merah maka berarti Kiswari yang koit. Tetapi apabila mengalir darah putih berarti Subali yang tewas.

”apabila darah putih mengalir maka tutuplah gua ini dengan batu besar dan bawa pergi Anjani….pergi jauh jauh ke hutan yang tidak bisa ditemukan Kiswari,” katanya.

Couple weeks after all. Suddenly, Sugriwa saw “white blood” flowing down out of the Cave Kiskenda. He going to work hard to close the cave, as mentioned by Subali at the last talk, if the white blood flowing down, the cave must be close hardly by big rock. Meanwhile, in the sadness he hold Anjadi to run far away….run and run to the dark forest escaped out from Kiskenda Cave.

Di hutan dingin dan sunyi Anjani tinggal di rumah pohon bersama Sugriwa, wanara sakti ini menghiburnya dengan membawa bunga dan buah buahan. Tapi entah yaa, apa bisa seekor kera jatuh hati kepada bidadari. Mungkin karena berada di hutan yang dingin dan sepi Sugriwa jatuh cinta kepada sang diva. Cinta nampaknya seperti udara yang kuhela dan kau selalu ada…begitulah senandung Once dalam lagunya; dealova.

Memang masih pada tahap tebar pesona Sugriwa yakin kalau Anjani punya perasaan yang sama ke dia. Belum jadian siih, Anjani memang pernah terekam kamera infoteinment sedang membelai kepala kera itu untuk menyatakan terima kasihnya ketika dibawakan bunga dan buah buahan. Kalau di dunia nyata barangkali bisa dibandingan dengan aktivis penyayang orang utan di kawasan lindung atau wilayah konservasi di Tanjung Puting, Kotawaringin Barat – Kalimantan Tengah.

Cinta berbalas kasih. Sayangnya, tak disangka tak dinyana ternyata Subali muncul dibalik kabut asap hutan yang terbakar. Ternyata dia tidak mati. Yang mati adalah Kiswari sang raksasa. Cairan yang mengalir seperti darah putih yang terlihat oleh Sugriwa, itu karena sang raksasa terkencing kencing dihajar Subali dengan jurus tendangan halilintar menyambar twins tower.

Subali terbakar hatinya dan menuduh Sugriwa berkhianat kepadanya karena ingin merebut Anjani.

Sugriwa, aku yang bertarung berminggu minggu didalam Gua Kiskenda, tapi kau yang mendapatkan cinta Anjani.

Tidak Subali, aku hanya melaksanakan tugasku yang kamu telah berpesan sebelumnya untuk menutup gua dan menyelamatkan Anjani.

Tapi ternyata kau jatuh cinta kepadanya.

Ya sejujurnya benar, aku jatuh hati kepada Anjani.

Jadi benar adanya, kau Sugriwa telah berkhianat kepadaku.

Tidak benar tuduhanmu, cinta itu datang dengan sendirinya seperti angin.

Singkat ceritera, Selisih paham meruncing menjadi perseteruan sengit. Keadaan semakin memanas dan seterusnya terjadilah pertarungan akibat salah paham. Perkelahian terjadi seperti rusuh pilkada.

Memang dalam hidup ini dibutuhkan filosofi dalam pandangan, pemikiran, ketulusan dan bijaksana untuk bisa melihat kebenaran guna mengasilkan tindakan yang arif dari kita, pemimpin diri sendiri.

Diva Anjani sangat sedih dan merasa berdosa karena dia tahu bahwa kejadian ini akibat dirinya. Dia berdoa, berdoa terus berdoa. Meminta kepada Yangmaha Kuasa untuk memberikannya seorang anak meski masih perawan. dia berdoa agar diberikan anak yang super sakti untuk menjadi satria perkasa yang mampu menghentikan pertarungan si kembar tadi.

Jangan biarkan mereka yang kusangi tewas dalam pertarungan karena asmara. Asmara seharusnya menyemaikan cinta kasih, bukan kemarahan dan ankara murka. Aku mohon agar mahluk primata bernama kera tidak musnah di muka bumi ini.

Doa Diva Anjani didengar dan dikabulkan Yangmaha Kuasa. Tersebutlah Batara Bayu, pengendali oksigen di atmosphere bumi menghantarkan jiwa melalui angin yang bertiup membelai bunga, menyemai serbuk sari maka begitulah proses menjadi buah. Suatu proses kehidupan tanaman terus berlangsung. Diva Anjani memakan buah dan masuklah jiwa kedalam rahimnya. Dari rahimnya terlahir Hanoman.

That is it, The most popular commander of king monkey army heroes battle Alengka on epic story Ramayana.

Hanoman adalah anak Anjani. Jadi bukan anak Kiswari, bukan anak Sugriwa dan bukan pula anak Subali. Hanoman titisan dewa batara.

*****

Kalau nggak salah begitu ceriteranya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun