Dalam beberapa dekade terakhir, pertanian urban menjadi tren yang berkembang pesat, terutama di kalangan anak muda yang tertarik untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi melalui pendekatan inovatif. Berikut adalah beberapa kisah inspiratif dari berbagai negara tentang bagaimana anak muda mengubah sektor pertanian di wilayah urban.
1. Brooklyn Grange (Amerika Serikat)
Pertanian di Atap Kota
- Kisah: Di New York City, Brooklyn Grange didirikan oleh sekelompok anak muda dengan visi menciptakan pertanian urban di atap gedung. Dengan menggunakan teknologi pertanian hidroponik dan sistem pengairan efisien, mereka mampu menanam berbagai jenis sayuran organik dan menghasilkan madu dari lebah yang mereka pelihara.
- Dampak: Selain menyediakan bahan pangan segar untuk restoran lokal, Brooklyn Grange menjadi pusat edukasi untuk masyarakat kota tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.
2. Tanijoy (Indonesia)
Menghubungkan Petani Desa dengan Investor Kota
- Kisah: Startup ini didirikan oleh sekelompok anak muda di Indonesia yang melihat tantangan dalam akses modal bagi petani kecil di desa. Melalui platform Tanijoy, masyarakat urban bisa berinvestasi dalam proyek pertanian dengan imbal hasil berbasis keuntungan dari panen.
- Dampak: Tanijoy telah membantu banyak petani desa meningkatkan produktivitas mereka sekaligus menciptakan kesadaran di kalangan urban tentang pentingnya mendukung pertanian lokal.
3. Growing Underground (Inggris)
Pertanian di Bawah Kota London
- Kisah: Dua anak muda Inggris, Richard Ballard dan Steven Dring, memanfaatkan bunker tua di bawah kota London untuk menciptakan pertanian hidroponik. Dengan teknologi pencahayaan LED dan sistem pertanian berkelanjutan, mereka menanam berbagai tanaman mikro seperti selada dan kale.
- Dampak: Produknya digunakan oleh restoran dan supermarket di London, sekaligus mengurangi jejak karbon karena jarak transportasi yang sangat pendek.
4. BrightFarms (Amerika Serikat)
Kombinasi Bisnis dan Pertanian Urban
- Kisah: BrightFarms didirikan oleh Paul Lightfoot, yang ingin menciptakan pertanian urban berbasis teknologi untuk menghasilkan sayuran segar di tengah kota. Usaha ini kini menjadi salah satu perusahaan pertanian urban terbesar di Amerika Serikat.
- Dampak: Dengan konsep "pertanian dekat konsumen," BrightFarms memotong rantai distribusi dan memberikan hasil tani yang lebih segar sekaligus mengurangi limbah pangan.
5. Rooftop Republic (Hong Kong)
Pertanian Komunitas di Rooftop Perkotaan
- Kisah: Didirikan oleh anak muda yang prihatin dengan ketergantungan Hong Kong pada impor makanan, Rooftop Republic mengubah atap gedung-gedung tinggi menjadi kebun komunitas. Mereka melibatkan warga untuk bercocok tanam, memberikan pelatihan, dan menciptakan hubungan langsung dengan pertanian.
- Dampak: Rooftop Republic telah mengubah lebih dari 70 atap gedung menjadi area pertanian produktif, sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat urban.
6. Farm Urban (Inggris)
Mengajarkan Anak Muda Kota Tentang Pertanian
- Kisah: Farm Urban di Liverpool didirikan oleh para ilmuwan muda yang ingin menghubungkan teknologi modern dengan pertanian. Mereka menciptakan sistem akuaponik yang dapat diaplikasikan di sekolah, kantor, dan rumah.
- Dampak: Program mereka, "Future Food Challenge," melibatkan anak-anak sekolah untuk belajar menanam pangan secara berkelanjutan di ruang kecil.
7. Kokedama Cafe (Jepang)
Hidroponik sebagai Seni Urban
- Kisah: Seorang pemuda Jepang menciptakan kafe yang memadukan hidroponik dengan seni tradisional kokedama, yaitu menanam tanaman dalam bola lumut. Selain menjual makanan organik, kafe ini menawarkan pengalaman edukasi tentang bagaimana menanam tanaman di ruang sempit.
- Dampak: Usaha ini menjadi simbol bagaimana pertanian dapat menjadi bagian estetika dan gaya hidup urban modern.
8. Harvest2U (Kanada)
Langsung dari Kebun ke Meja Konsumen
- Kisah: Anak muda di Toronto memanfaatkan lahan-lahan kosong di kota untuk bercocok tanam dan menjual hasilnya langsung ke rumah-rumah melalui sistem langganan. Dengan prinsip zero waste, mereka hanya menanam sesuai kebutuhan pelanggan.
- Dampak: Model ini membantu mengurangi pemborosan makanan dan mendekatkan masyarakat kota dengan sumber pangan mereka.
9. Taniku (Indonesia)
Urban Farming di Tengah Jakarta
- Kisah: Sekelompok anak muda Jakarta mendirikan komunitas Taniku yang fokus pada edukasi dan praktik pertanian urban menggunakan metode hidroponik. Mereka menawarkan pelatihan bercocok tanam di lahan kecil seperti balkon atau atap rumah.
- Dampak: Taniku telah menginspirasi ribuan keluarga di Jakarta untuk memulai kebun kecil mereka sendiri, mendukung keberlanjutan pangan lokal.
10. Agritecture (Global)
Mengintegrasikan Arsitektur dan Pertanian
- Kisah: Perusahaan global ini didirikan oleh Henry Gordon-Smith, seorang pemuda yang melihat potensi untuk menggabungkan pertanian dengan desain arsitektur kota. Agritecture membantu merancang bangunan dengan elemen pertanian seperti dinding hijau atau kebun atap.
- Dampak: Banyak kota, termasuk New York dan Dubai, telah mengadopsi konsep ini untuk menciptakan lingkungan urban yang lebih hijau dan produktif.
Kisah-kisah ini membuktikan bahwa pertanian tidak lagi terbatas pada desa atau rural. Anak muda di berbagai belahan dunia telah menunjukkan bahwa inovasi, teknologi, dan semangat kewirausahaan dapat membawa sektor pertanian ke tengah kota. Dengan kreativitas dan keberanian untuk mencoba hal baru, anak muda dapat menciptakan dampak besar di sektor pertanian, baik di desa maupun di urban.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H