Di masa itu, perusahaan yang cukup besar di bidang listrik adalah ANIEM. ANIEM ini masih terhitung anak usaha N V NIGM tadi. Market share nya mencapai 40% di seluruh Indonesia. ANIEM ini beroperasi di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan. Luas sekali, jaman itu.
Akhirnya pada 1942, Miyabi datang ke Indonesia. Eh Jepang maksudnya.
Perusahaan listrik yang ada dikuasai. Dirombak dengan manajemen model Jepang. Jepang membentuk lembaga untuk mengurus kelistrikan. Namanya Djawa Denki Djigjo Kosja.Â
Tak lama Jepang kalah oleh Sekutu.
Perusahaan listrik yang ada jadi tak bertuan. Akhirnya para pemuda Indonesia berusaha mengambil alih pengelolaan.
Pada September 1945, perusahaan-perusahaan listrik ini bersepakat menghadap bung Karno.
Tujuannya, mengembalikan pengelolaan perusahaan kelistrikan pada pemerintah Indonesia.
Kemudian, pada 27 Oktober 1945, dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas dibawah departemen PU dan Tenaga.
Tanggal itulah Hari Listrik Nasional diperingati.
***
Kini wajah kelistrikan Indonesia sudah berbeda. Pemerintah, lewat PLN, menjadi penanggung jawab utama penyediaan listrik.