Pikiran "fuzzy" saya, mungkin saja ketika pegawai kerajaan nge-fitting sepatu kaca kepada para gadis di negeri itu dan bertemu "Cinderela", padahal Cinderela sebenarnya berada di negeri sebelah.
Ah tidak mungkin, kan "Cinderela" yang itu punya sepatu kaca yang sebelah.Â
Dan kita pun percaya bahwa hanya ada satu sepatu kaca yang ada di dunia ini.
Pertanyaan sederhana saya, mengapa sepatu kaca itu tidak ikut "disappear" bersama kereta kencana, kusir dan kuda, kendaraan Cinderela ke pesta, setelah pukul 00.00.
Ya, namanya juga dongeng, "pasti mengada-ngada dan memaksa".Â
Saya setuju!Â
Seperti tulisan saya ini, mengada-ngada dan memaksa.Â
Tetapi, terima kasih Anda telah membacanya hingga akhir.Â
Semoga bermanfaat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H