Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

RUU PRT Sebaiknya Meliputi Banyak Hal

9 Februari 2023   05:00 Diperbarui: 9 Februari 2023   05:09 251
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sudah lama RUU PRT mangkrak di DPR. Mumpung belum disahkan menjadi UU sebaiknya dipikirkan lebih matang dan lengkap. Tidak hanya melindungi PRT namun juga melindungi pengguna jasanya.

Selama ini berita yang menonjol adalah kelemahan PRT yang kadang disebut ART karena tidak memiliki formalitas pekerjaan seperti halnya karyawan di kantor.

Hal-hal yang perlu dicantumkan adalah:

1. Jam kerja

Bila karyawan di kantor bekerja 8 jam sehari atau  40 jam seminggu. Maka jam kerja PRT harus ditentukan juga. Saat ini jam kerja PRT boleh dikatakan 24 jam sehari, meski tidak bekerja harus tetap siaga (stand by). Misal malam, tuan rumah ingin kopi, diminta dibuatkan kopi, anak lapar tengah malam, harus membuatkan mie cepat saji. Padahal PRT harus bangun subuh untuk menyiapkan sarapan.

Jika jam kerja sudah ditetapkan, tentu tidak ada lagi induk semang yang bertindak sewenang-wenang.

Terlepas kemauan sendiri dari PRT sebagai loyalitas, tentu sebuah nilai tambah.

2. Libur dan cuti

Saat ini libur dapat dikatakan tidak ada, bahkan hari libur nasional dan akhir pekan (Sabtu dan Minggu) Beban pekerjaan bertambah, bila induk semang sedang di rumah.

Cuti boleh dikatakan hanya diperoleh setahun sekali, saat Lebaran atau sesudah Lebaran. Selama ini tidak mungkin PRT merancang waktu cuti sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun