Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Macau Sekarang Juga "Fine City"

10 Juni 2018   22:15 Diperbarui: 13 Juni 2018   07:25 685
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ruins of St. Pauls (dokpri)
Ruins of St. Pauls (dokpri)
Senado Square (dokpri)
Senado Square (dokpri)
Dua kawasan ini adalah kawasan turis yang selalu penuh dengan wisatawan, baik yang bepergian sendiri maupun dalam kelompok wisata yang dipandu oleh pemandu wisata. Toko-toko disepanjang jalan menawarkan sepatu olahraga, kue-kue khas Macau seperti egg taart, dendeng babi, dan tentunya aneka penjual minuman dari softdrink, air minum dalam kemasan, juice, teh dan kopi. 

Panasnya kota Macau membuat pedagang minuman selalu dipenuhi para pengunjung yang kehausan. Harga minuman tentu harga turis, seperti layaknya kawasan wisata, bervariasi dari MOP 20-30. Anda pun bisa kenyang bila mau menerima contoh atau sample kue dan dendeng.

Karena sudah kelelahan berjalan kaki, saya mencoba mencari taxi untuk menuju ke hotel. Sekali lagi pengalaman pahit menimpa saya, seperti saat saya bepergian ke Sanya, Tiongkok Selatan beberapa tahun yang silam. Sopir taxi menolak mengantarkan saya ke hotel, gara-gara saya tidak dapat menunjukkan nama hotel dalam aksara Mandarin. Jadi, tips bagi Anda sekalian, bila bepergian ke negara Tiongkok, sebaiknya catat nama hotel dalam aksara Mandarin, jangan hanya mencatat dalam aksara Latin, mereka banyak yang tidak tahu atau bisa salah hotel bila penyebutannya kurang tepat.

Karena tidak ada taxi yang mau mengantar, terpaksa membuka peta kota Macau, akhirnya ketemu juga alamat hotel yang ternyata tidak begitu jauh dari kawasan Ruinas de S. Paulo. Sore dan malam hari saya memutuskan untuk istirahat total agar besok pagi masih bisa melanjutkan berpetualang di kota Macau. Makan malam di dekat hotel, yang perlu dicatat, porsi makanan di Macau itu luar biasa besar, bisa untuk share ber dua, harga bervariasi antara MOP 27-55 tergantung dari menu yang dipilih.

Porsi besar Rice Noodle Shrimp Wonton (dokpri)
Porsi besar Rice Noodle Shrimp Wonton (dokpri)
Tiga hal yang saya perhatikan pada kota Macau, meski warga Macau sudah akrab dengan gawai, namun telepon umum yang menggunakan uang logam (coin) masih banyak dan berfungsi di beberapa tempat. Untuk parkir sudah menggunakan Parking Meter, seperti yang pernah diberlakukan di beberapa jalan di ibukota Jakarta saat Basuki Tjahaja Purnama masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Satu lagi yang masih aktif di jalan, adalah becak tiga roda alias pedicab (tri cyclo). Beda dengan becak di Indonesia, kalau becak di Indonesia penumpangnya duduk di depan, abang becaknya mengayuh di belakang, namun tri-cyclo, penumpang duduk di belakang, sedangkan abang becaknya mengayuh di depan. Tri-cyclo ini pada tahun 1948 berhasil menggantikan rickshaw untuk mengantar tamu keliling kota Macau, dan pada masa jayanya mencapai 700 tri-cylco dengan 1.000 pengemudi. Kini, sudah tidak lazim digunakan di jalanan, dan hanya masih ada beberapa tri-cylco di depan hotel Grand Lisboa, dan masih dapat mengantar Anda ke beberapa ikon wisata di Macau untuk tujuan pariwisata saja.

Tri-shaw, foto kuno di hotel Fu Hua (dokpri)
Tri-shaw, foto kuno di hotel Fu Hua (dokpri)
Tunggu ya, kisah blusukan di kota Macau hari berikutnya ....

(Macau, June 10, 2018)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun