"sekarang saya sudah menjadi pelatih sepak takraw di kabupaten, dan juga melatih siswa di kecamatan hu'u yang diambil dari berbagai sekolah. Dalam hal ini tidak ada pendaftaran, maupun tidak ada honor untuk pelatih. Saya latih dengan ikhlas saja, semoga kedepannya banyak bibit di kampung kita yang menjadi pemain takraw professional," Ujarnya lanjut.Â
Selain menjadi bapak bagi anak-anaknya, dan suami bagi istri yang sangat dicintainya, ia ingin mendedikasikan hidupnya bagi dunia olahlaga terlebih olahraga Sepak Takraw. Sehingga tahun 2006 ia diangkat menjadi pelatih Takraw di Kabupaten. Dengan berlabel pelatih, ia sering mendampingi para pemain untuk berlaga dalam berbagai turnamen, baik di Bima hingga ke Kota Mataram.Â
Waulupun club Takraw kecematan yang dibentuknya usianya sangat muda, namun telah mampu membawa harum nama Kecamatan Hu'u di tingkat kabupaten, ketika mampu meraih juara umum tingkat pelajar se kabupaten Dompu tahun 2019.
Baginya ketiadaan biaya, baik pada saat latihan maupun  keikusertaanya dalam berbagai turnamen tidak menyurutkan semangatnya untuk menjadi yang terbaik. Hal ini dibuktikan dengan piagam serta penghargaan yang didapatnya, yang kini dipajang di rumahnya.Â
Pada saat dia bercerita, tiba-tiba dia bangun dan masuk kedalam rumahnya dengan penuh semangat. Sesaat kemudian, diapun keluar dan memperlihatkan beberapa piagam yang pernah didapatnya pada saat ikut turnamen di pulau Lombok.Â
"Ini piagam waktu saya main Takraw di Lombok Tengah. Waktu itu kami juara dua, dan mendapatkan hadiah perak, serta uang 30 sekian juta," Ujarnya penuh semangat.Â
Sesekali dia merendah ketika mengungkapkan bahwa dirinya, tidak tamat sekolah, bahkan untuk menulis dan membaca pun merupakan hal yang masih sulit untuk ia lakukan. Bahkan disela-sela kesibukannya menjadi pelatih Takraw, ia tetap konsisten menjadi seorang tukang ojek.
Menjadi tukang ojek adalah pekerjaan yang sudah lama digelutinya. Ia tidak pernah merasa malu dengan semua yang di jalaninya, dengan pilihannya, serta dengan hal-hal yang ia lakukan.Â
Baginya hidup adalah berbuat dan memberi. Memberi ilmu kepada mereka-mereka yang ingin belajar tentang Takraw, serta belajar bagaimana menjadi pribadi yang ikhlas melakukan sesuatu.Â