Atau mungkin saja realitas itu muncul karena pandangan kita yang terlalu duniawi. Kita yang lupa, bahwa pada akhirnya kehidupan yang kekal, adalah kehidupan setelah dunia. Setelah nafas kita tak ada.
Kita perlu waktu untuk menyendiri! Mungkin di dalam kesendirian itu, kita dapat merenungi apa hakikat diciptakan, apa fungsi kita ketika diciptakan oleh Sang Khaliq. Sehingga dengan begitu, dapat dengan luas hati untuk menjalani kegamangan pandangan, dan pikiran terhadap realitas kehidupan yang ada.
Nabi Muhammad SAW, setiap bulannya juga menyempatkan diri untuk menyendiri. Kakeknya Ibrahim khalilullah juga menyendiri, untuk bersyukur, mendekat ke-Tuhan nya, bahkan membersihkan dirinya, dari penyakit-penyakit sosial. Lalu kenapa kita tidak menyendiri? Ini bisa jadi solusi untuk banyak hal. Allahu a'alam bisshowab*
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H