Di antara keinginan tersebut semuanya sangat sulit dan sangat tidak masuk akal dan di luar akal sehat dan kemampuan manusia yang lemah secara finansial, lemah kemampuan lainnya. Sebagai misal penulis ingin memindahkan keluarga ayah dan bunda yang berjumlah 7 orang dewasa  dan 2 orang anak yang belum dewasa. Maka merengek adalah jalan yang mesti ditempuh.
Demikian juga ketiga penulis ingin ke sekolah ke Inggeris. Semua sulit untuk diwujudkan. Kemampuan bahasa Inggeris masih rendah, keluarga ayah dan bunda perlu pengawasan dan perlu dibantu secara finansial.
Demikian juga ketika penulis ingin pergi haji. Semua serba kekurangan. Tetapi ingin sekali pergi haji. Bermodalkan uang Rp 1 juta keinginan pergi haji digadang-gadang melalui doa plus air mata. Begitu seterusnya pada daftar keinginan yang lain. Tidak ada kata mudah dan tidak ada jalan pintas. Mengirim rengekan dan air mata adalah pilihan yang harus terus dipakukan karena alasan ketidak mampuan.
Membeli rumah dan membangun rumah juga merupakan daftar keinginan yang hampir tidak mungkin karena perlu uang banyak, perlu bantuan keuangan yang tidak sedikit. Denagn modal nekad, dengan modal keyakinan alhamdulillah proyek-proyek besar tersebut sedikit demi sedikit Allah kabulkan.
Jayalah kita semua.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI