18.35 Puluhan helikopter yang ditumpangi pasukan khusus mendekati pendemo. Helikopter Tim "Alpha" dan "Bravo" mendarat di tengah pendemo, menerapkan strategi perang "membagi musuh menjadi kekuatan kecil dan dikuasai". Pimpinan tim memerintahkan pendemo untuk menyerah dengan cara duduk di jalan. Yang tetap berdiri dianggap melawan dan akan ditembak (mereka yang memilih tetap berdiri benar-benar ditembak di kaki).
18.40 Tim "Charlie" mendatangi gedung DPR. 20 menit kemudian gedung DPR berhasil dikuasai. Para pendemo digiring meninggalkan gedung dan diminta duduk di luar gedung. Yang mencoba melawan atau lari akan ditembak.
18.39 Tim "Delta" memasuki Istana Merdeka. Setengah jam kemudian Istana Merdeka berhasil dikuasai. Pendemo diamankan.
18.55 Sebagian pendemo berhamburan. Sebagian menjarah. Sebagian tetap duduk dengan kedua tangan di kepala.
22.05 Polri dan TNI berhasil mengendalikan situasi.
22.15 Presiden dan Wapres kembali ke Istana Merdeka dan segera melakukan ratas (rapat terbatas) Â guna membahas situasi terkini.
23.05 Presiden mengadakan jumpa pers di Istana Merdeka dan menegaskan kalau negara dalam kondisi aman dan situasi terkendali. Presiden juga menginstruksikan agar pelaku makar diproses hukum dan aktor intelektual yang bergerak di belakang layar untuk ditangkap.
06.00, 3 Desember, aksi makar dan perkembangan terakhir dibahas media massa, termasuk Kompasianer.
08.00, 3 Desember, pegiat hak asasi manusia mengecam aksi represif aparat yang menembak pelaku makar. Kecaman ini disikapi dingin oleh pemerintah. Makar adalah aksi yang sangat serius, dan jika menembak pelaku makar perlu dilakukan demi tegaknya NKRI dan Pancasila, maka itu yang akan dilakukan.
09.45 Sejumlah kepala negara sahabat menyampaikan keprihatinan sekaligus dukungan pada pemerintahan yang sah, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Makar akan gagal