Mohon tunggu...
Suka Ngeblog
Suka Ngeblog Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis buku, terkadang menjadi Pekerja Teks Komersial

Blogger, writer, content creator, publisher. Penggemar Liga Inggris (dan timnas Inggris), penikmat sci-fi dan spionase, salah satu penghuni Rumah Kayu, punya 'alter ego' Alien Indo , salah satu penulis kisah intelejen Operasi Garuda Hitam, cersil Padepokan Rumah Kayu dan Bajra Superhero .Terkadang suka menulis di www.faryoroh.com dan http://www.writerpreneurindonesia.com/

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Agen Mossad Itu Tawarkan Kerjasama

7 Desember 2012   14:46 Diperbarui: 24 Juni 2015   20:02 641
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Ah sudahlah, saudara Sigit. Tak perlu dibesar-besarkan," Aleesha berujar sambil mengibaskan tangannya. "Kita sama-sama profesional. Sama-sama terlatih. Saudara Sigit pernah membunuh lawan dengan tangan kosong bukan? Jadi jangan katakan kalau saudara Sigit juga tak bisa membunuh lawan dengan tusuk gigi atau sedotan..."

Sigit menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tentu saja dia pernah membunuh lawan dengan tangan kosong. Namun membunuh lawan dengan tusuk gigi? Dia belum pernah mencoba. Tapi, Aleesha benar. Seharusnya dia juga bisa melakukan hal itu.

"Terus terang, kalau tidak melihat sendiri, saya tak akan percaya. Anda, agen rahasia Palestina, bisa bersama...."

"Haha... Aku mengerti, saudara Sigit," potong Aleesha. "Jika kasus ini sudah selesai, saya dan Shlomo akan bermusuhan lagi. Saya tidak keberatan untuk membuang jasadnya ke laut, bersama rekana-rekannya kaum Zionis yang biadab..." Aleesha berujar sambil melirik Shlomo yang menundukkan kepala.

"Saya yakin saudara Sigit sudah mengetahui soal Callysta 7 bukan?" Aleesha berujar serius. "Saya ditugaskan resmi oleh otoritas Palestina untuk mengatasi hal ini. Dan saya diperintahkan untuk bekerjasama dengan siapa saja. termasuk agen Mossad. Itu semata karena persoalan yang kita hadapi sangat serius dan berbahaya...."

"Ini bukan semata untuk kepentingan Yerusalem. Atau Palestina," sambung Aleesha. "Bagaimana jika Callysta 7 jatuh ke tangan orang gila, yang kemudian meletakkan senjata mematikan itu di Kota Mekkah, atau Medinah ketika musim haji berlangsung? Yang akan terjadi adalah bencana kemanusiaan yang tak bisa dibayangkan!!!"

Sigit mengangguk. Tanpa terasa dia merinding. Dia tak mampu membayangkan malapetaka apa yang akan terjadi jika Callysta 7 jatuh ke tangan psikopat.

"Dari informasi yang kami dapat, setidaknya sudah ada 32 organisasis teroris yang mendaftar untuk mengikuti pelelangan," kata Shlomo. "Jadi nanti, di Bogor, akan terjadi pertemuan perwakilan hampir semua organisasi teroris di dunia. Mulai dari Martyrs' Brigades dari Palestina, Kahane Chai dari Israel, HUJI-B dari Bangladesh, Liberation Tigers of Tamil Eelam dari Sri Lanka, Aum Shinrikyo dari Jepang, Communist Party of the Philippines dari Filipina, Lord's Resistance Army dari Uganda, Real Irish Republican Army dari Irlandia,  Revolutionary Struggle dari Yunani dan masih banyak lagi..."

"Maaf, tapi kenapa kalian menghubungi saya?" tanya Sigit. "Kenapa Anda ingin keterlibatan LIN (Lembaga Intelejen negara) dan bukannya BIN, organisasi intelejen resmi pemerintah?"

"Kami menawarkan kerjasama dengan organisasi Anda, LIN, semata demi menjaga rahasia," kata Shlomo. "Jika melibatkan BIN, bisa repot. Apalagi jika DPR tahu kalau ada agen Mossad di Indonesia. Perkaranya bisa panjang. Kita harus berupaya semaksimal mungkin agar Pavel tidak curiga, Kita harus berupaya agar pelelangan senjata biologis itu terjadi, dan kita masuk. Kita dapat senjata biologisnya dan perwakilan teroris bisa dilumpuhkan!!"

"Baik. Saya mengerti," kata Sigit. "Jadi apa yang sebaiknya saya lakukan?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun