*
Itu saja yang dapat dituturkan Takmir masjid Al Fatah pada kultum terakhir bulan Ramadan 1440 Hijriah pada sebuah masjid di kawasan Rejowinangan, Kotagede, Yogyakarta.
Dengan itu siapa tahu kelak di akhirat ada diantara mereka yang membawa kita masuk surga, tau sebaliknya kitalah yang membawa mereka masuk surga. Soal surga dan neraka hanya Allah yang tahu. Jangan merasa diri paling saleh, merasa paling banyak tabungan amal-ibadah, khawatirnya kita justru termasuk orang-orang yang bangkrut di akhirat kelak.
Oleh karena itu jangan bosan untuk terus memperbaiki akhlak dalam persahabatan. Dengan itu diharapkan akhlak setiap muslim dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dapat diperbaiki pula.
*
Rasulullah diutus untuk memperbaiki akhlak umat Islam. Karena itu jangan mengaku muslim, bahkan jangan mengaku pengikut Rasulullah, bila tidak punya kemauan keras untuk selalu berbaik sangka kepada Allah, sehingga selalu berbaik sangka atas semua yang terjadi.
Itu saja. Pesan ini untuk teman-teman jamaah masjid Al Fatah, khususnya kepada penulis sendiri. Â Bila ada salah-salah kata, dan kurang berkenan, mohon maaf.Â
Hidup terlalu sempit untuk menanggalkan berkawanan sejati. Akan rugi tak terbayangkan bila rasa tinggi hati dibiarkan tumbuh liar, kebanggaan berlebihan bahkan sikap sombong merasa diri paling benar tak terhapus oleh pertemanan yang wajar, sederhana, tapi ikhlas apa adanya.
Terima kasih bila berkenan menyimak. Sekali lagi, mohon maaf. *** Yogya, 5 - 9 Juni 2019
**Kisah persahabatan yang tertulis dalam kitab "Durratun Nashsihin" karangan Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawiyiyi. Â www.masjidnusantara.org
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI