PP dari anggota KGP tentu tidak akan tinggal diam. Belajar dari pengalaman yang dimiliki, upaya terbaik pun harus terus dilakukan.Â
Salah satunya melalui komunitas belajar KGP Lombok Barat, PP pun menyepakati tindak lanjut. Tindak lanjut tersebut berupa pendampingan lanjutan.Â
Teknis pendampingan yang akan dilakukan sesuai moderasi pendampingan individu sebelumnya. Perbedaan terletak pada fokus pendampingan.Â
Fokus pendampingan dititikberatkan pada poin-poin penting terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Terlebih yang menunjang terwujudnya merdeka belajar.Â
Di antaranya, yaitu coaching, supervisi akademik, pembelajaran berdiferensiasi, dan pembelajaran sosial emosional. Selain itu juga keyakinan kelas, komunitas belajar di sekolah, program berdampak pada murid, dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM).Â
Diharapkan melalui pendampingan lanjutan ini akan menjadi pendorong bagi guru penggerak untuk menjalankan nilai dan perannya. Selain itu, juga bisa memberikan kontribusi perubahan pendidikan menuju merdeka belajar.Â
Bagaimana Cara Agar Guru Penggerak Konsisten Mewujudkan Merdeka Belajar?
Pertama, Kesepakatan Tindak Lanjut
PP melalui KGP Lombok Barat terlebih dahulu menyepakati tindak lanjut. Kesepakatan ini penting karena membutuhkan komitmen bersama dalam pelaksanaannya. Tentu ini nantinya akan menjadi nilai lebih bagi KGP Lombok Barat.Â
Kedua, Penyusunan Jadwal
Penyusunan jadwal pendampingan lanjutan dilakukan oleh bidang terkait di KGP Lombok Barat. Tujuannya adalah agar kegiatan komunitas belajar lebih terarah nantinya.Â
Rencananya akan dilaksanakan sebulan sekali untuk masing-masing kecamatan. Jadi, selama sebulan akan fokus pada guru penggerak di satu kecamatan.Â
Ketiga, Menentukan Tujuan dan Fokus Pendampingan
Penyusunan tujuan dan fokus bertujuan agar pendampingan lanjutan tidak keluar jalur. Selain itu, untuk memastikan semua fokus pendampingan dapat dilakukan dengan baik. Rencananya dalam sebulan sekali masing-masing kecamatan akan fokus pada beberapa hal. Tentu dengan mempertimbangkan kebutuhan guru penggerak bersangkutan.Â
Keempat, Melakukan Pemetaan Kebutuhan Belajar Guru Penggerak
Hal pertama yang dilakukan adalah pernyataan kesediaan untuk menerima pendampingan lanjutan. Selain itu, juga keikutsertaan guru penggerak dalam berbagi praktik baik ke sekolah lain di satu wilayah.Â