Mohon tunggu...
Sri Wangadi
Sri Wangadi Mohon Tunggu... Penulis - 📎 Bismillah

📩 swangadi27@gmail.com 🔁 KDI - BTJ

Selanjutnya

Tutup

Segar Pilihan

Mengenal Mekanisme Autophagy saat Berpuasa

4 April 2022   10:13 Diperbarui: 4 April 2022   10:31 1193
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Wahai orang-orang yang beriman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S Al Baqarah : 183)

Salah satu dari lima rukun islam yang mesti dijalankan oleh umat muslim adalah berpuasa di bulan ramadan.

Puasa artinya menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan segala hal yang membatalkannya yang dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. 

Hikmah dari puasa yang kita lakukan adalah sebagai ajang melatih diri untuk melawan segala hawa nafsu yang berlebihan. Tujuan dari melakukan ibadah tersebut adalah agar keimanan kita meningkat dan memperoleh gelar takwa dari Allah SWT.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa puasa adalah aktivitas yang berat dilakukan karena harus menahan lapar dan haus selama lebih dari setengah hari selama sebulan penuh.

Pernah gak, pas lagi puasa kamu liatin jam melulu, rasanya waktu berjalan begitu sangat lambat saat berpuasa, bahkan adzan zuhur disangka adzan maghrib saking laparnya.

Padahal, aktivitas menahan lapar dan haus ini baik untuk dilakukan secara teratur karena bisa mendatangkan banyak manfaat kesehatan bila dilakukan dengan cara yang tepat.

Puasa memang pada dasarnya menahan jumlah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita. Jadi jangan takut ketika kita merasakan lapar dan haus, hal itu memang tujuan kita dalam berpuasa.

Menurut para pakar peneliti, berpuasa bisa memicu proses autophagy di dalam tubuh karena membatasi jumlah makanan yang masuk ke tubuh. 

Ketika kita melakukan puasa, sel-sel tubuh akan tertekan sehingga harus bekerja lebih efisien untuk membersihkan dan meregenerasi sel yang rusak. Masha Allah, Allah memang Maha Tahu segala apa yang terbaik bagi hambaNYA.

Jadi, ketika kita merasakan lapar dan haus, jangan panik, apalagi tidur seharian untuk menghindari rasa tersebut, nikmatilah. Bayangkan sel-sel tubuh kita tengah tersenyum bahagia karena tidak ada asupan junk food, gorengan, boba, dan lain-lain yang membuat organ tubuh bekerja keras untuk memproses asupan tersebut.

Dengan berpuasa, kita memberi kesempatan pada organ pencernaan untuk beristirahat, meregenerasi sel-sel serta mengurangi beban kerja pencernaan.

Jika pada handphone yang mulai nge-hang dan lambat loading butuh pembersihan cache agar bekerja lebih optimal, maka autophagy ini ibarat tombol reset pada tubuh yang bertujuan untuk membersihkan dan meregenerasi sel-sel tubuh.

Secara harfiah, autophagi terbagi atas dua kata, 'auto' yang berarti 'diri' dan 'phagy' (fagi) yang berarti makan. Bila digabung akan memiliki arti memakan sendiri. 

Sel yang mengalami mekanisme tersebut memang 'memakan' dirinya sendiri. Sebuah proses alamiah yang terjadi dalam tubuh yang berguna bagi peremajaan sel.

Selama proses berlangsung, sel-sel tubuh membuang molekul sampah dan bagian sel yang sudah rusak. Dalam mekanisme ini juga bisa terjadi penghancuran molekul dan bagian-bagian sel tersebut, lalu didaur ulang menjadi sel yang baru.

Melalui autophagy, sel mengalami peningkatkan untuk beradaptasi melawan racun dan pemicu kerusakan lain yang menumpuk di tubuh.

Mekanisme ini berfungsi untuk menyingkirkan molekul sisa dan bagian sel yang rusak sehingga kerja tubuh lebih efektif, dengan catatan, puasa dijalankan dengan wajar dan tidak mengurangi asupan makanan secara drastis. 

Memberikan makanan yang cukup, sehat dan baik saat sahur dan berbuka akan membantu kelancaran mekanisme autophagy yang dapat mendatangkan manfaat bagi tubuh.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Segar Selengkapnya
Lihat Segar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun