Selain itu, Gunung Bromo dijadikan tempat sakral bagi masyarakat Suku Tengger. Setiap tahunnya Suku Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasado. Upacara tersebut  dilaksanakan di Pura Luhur Poten yang berada di kaki Gunung Bromo.
Upacara Suku Tengger juga menjadi daya tarik wisatawan internasional. Namun, sangat disesalkan banyak wisatawan yang tidak menjaga kebersihan, kelestarian alam. Contohnya, wisatawan dari luar negeri yang buang air kecil ke kawah Gunung Bromo.Â
Saya mengingatkan anak-anak agar tidak buang air kecil atau besar di sembarang tempat. Usahakan sebelum berangkat dengan jip, semua harus ke kamar mandi. Sebagai antisipasi saya membawa kantong urine, keresek sampah makanan.
Sampah tersebut jangan dibuang di area Gunung Bromo, harus dibawa pulang atau dibuang di tempat sampah yang ada di desa.Selain itu untuk melestarikan alam, jangan merusak, memetik apalagi menebang tanaman.Â
Hal-hal yang mungkin dianggap sepele ini oleh sebagian orang harus diajarkan pada anak sejak dini. Jika tempat wisata bersih, semua orang bangga berwisata di Indonesia.
Semoga bermanfaat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H