Tanpa tunggu dipanggil KPK atau tidak, sebagai seorang ksatria keduanya bisa langsung menyambangi KPK. Menjawab tuduhan dengan membawa bukti, serta yang paling penting adalah pembuktian terbalik harta kekayaan melalui LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara).
Gibran dan Kaesang bisa berkaca  ke seniornya, Basuki Tjahaja Purnama. Ahok adalah tokoh politik dan pejabat publik yang paling aktif melaporkan LHKPN. Dengan LHKPN maka itu adalah bukti fisik kuat bahwa harta anda bertambah banyak, bukan karena KKN namun karena kerja keras dan usaha.
Namun kembali lagi, pertanyaannya adalah beranikah dua pemuda solo ini untuk membela nama baiknya? Apalagi kasus yang sedang menimpa kedua pemuda ini, memberikan spesial efect kepada sang ayah, Presiden Jokowi. Â
Laporan yang telah diserahkan oleh Ubedillah, tentu membuat dua anak Jokowi dalam bayang-bayang KPK. Keduanya bisa lepas asal mampu melakukan strategi yang apik. Kaesang selaku manajer dalam PSIS Solo tentu diharapkan bisa main cantik. Tetapi bukan dengan kompromi apalagi senyam senyum.
Ujian berat sedang dihadapi KPK. Firli dkk harus bisa menjawab kegelisahan publik. Tingkat kepercayaan masyarakat kepada KPK lagi-lagi sedang dipertaruhkan. Batu ujinya adalah dua anak presiden, Komut Pertamina, hingga Gubernur Jateng. Dan kita berterimakasih kepada Ubedillah maupun Adhie cs.
Kesempatan ini harus dimanfaatkan Firli dkk. Lembaga antirasuah ini harus membuktikkan kepada publik bahwa KPK tidak sedang dilemahkan apalagi sampai tidak baik-baik saja. KPK harus berdiri teguh tanpa takut diintervensi istana. Sekali lagi, KPK ini waktunyaaa.....
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H