I can't fight this feeling any longer
And yet I'm still afraid to let it flow
What started out as friendship,Has grown stronger
I only wish I had the strength to let it show
I tell myself that I can't hold out forever
I said there is no reason for my fear
Cause I feel so secure when we're together
You give my life direction
You make everything so clear
And even as I wander
I'm keeping you in sight
You're a candle in the window
On a cold, dark winter's night
And I'm getting closer than I ever thought I might
And I can't fight this feeling anymore
I've forgotten what I started fighting for
It's time to bring this ship into the shore
And throw away the oars, forever........
Sepertinya Evelyn sebelum membungkus kaset itu sengaja memutar pita kasetnya  hingga pas pada lagu masterpiece Reo Speedwagon itu yang berada pada urutan ke tiga di side A, hingga saat kumasukkan kaset itu ke  tape recorder dan kutekan play langsung mengalun 'Can't Fight This Feeling'.  Lagu itu aku hafal banget liriknya dan sangat paham maknanya. Kebetulan juga salah satu lagu kesukaanku. Aku tidak terlalu heran kalau Evelyn juga menyukai lagu-lagu barat di usianya yang masih remaja, karena dia siswi yang cerdas dan bahasa Inggrisnya bagus.
Setelah surat pertama Evelyn di hari Valentine itu, selanjutnya hampir setiap jelang akhir pekan selalu ada suratnya untukku, tetapi dikirim lewat pos. Selalu dengan kertas berwarna pink dan ballpoint boxy bertinta biru.
Isi suratnya sebagian besar curhat kegiatannya di rumah, tentang kejenuhannya dijejali dengan les privat padahal dia bukan siswi yang bodoh, tentang pergaulan dengan teman-temannya. Tak ada ungkapan perasaan cinta, hanya terkesan dia butuh perhatian dan kasih sayang.
-----
Sekolah itu sekarang tampak semakin bersih dan asri, ruang kelasnya semakin banyak dan sudah memiliki ruang serbaguna lumayan besar. Dua tahun menjelang aku resign tahun 1989, sekolah itu mulai menerima siswa putra, itulah yang menyebabkan sekolah ini semakin banyak diminati.
Di ruang serbaguna yang masih tampak baru, sore itu aku diundang menghadiri reuni lulusan tahun 1986, angkatan Evelyn.
"Halo pak Hendy, apa kabar?", seorang wanita yang anggun dan cantik menyambut seraya menyalami aku. "Bapak kelihatan awet muda saja. Pak Hendy pasti lupa sama saya, saya Rina pak, siswi bapak yang paling bandel."