Mohon tunggu...
Zulfikar Akbar
Zulfikar Akbar Mohon Tunggu... Jurnalis - Praktisi Media

Kompasianer of the Year 2017 | Wings Journalist Award 2018 | Instagram/Twitter: @zoelfick

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Musik Menghadap Laut, Slank Kirim Pesan dari Bali

30 Oktober 2018   11:12 Diperbarui: 30 Oktober 2018   11:32 345
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saat Menteri Susi kukuhkan Kaka Slank sebagai aktivis yang turut menjaga laut - Gbr: Humas KKP

Apalagi di antara kondisi yang mengkhawatirkan saat ini adalah persoalan sampah plastik yang telah menjadi musuh dunia. Kaka sendiri sempat meluapkan kegelisahannya terhadap sampah plastik yang dinilai olehnya memang dapat menjadi ancaman serius, terutama di lautan, yang dapat saja mengganggu ekosistem di dalamnya.

Maka itu, Slank kini sudah menyiapkan lagu khusus yang berjudul Manusia Plastik yang memang ditujukan untuk menyorot persoalan sampah plastik. Ia berharap dengan lagu itu sendiri, kelak para pecinta musik dapat melihat bagaimana bahaya plastik terhadap ekosistem di laut, dan bahkan dapat membuat orang-orang kelak hanya mengonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh plastik. 

Saat Menteri Susi kukuhkan Kaka Slank sebagai aktivis yang turut menjaga laut - Gbr: Humas KKP
Saat Menteri Susi kukuhkan Kaka Slank sebagai aktivis yang turut menjaga laut - Gbr: Humas KKP
Tengah pekan lalu, kegelisahan itu juga sempat diungkapkan oleh Kaka saat tampil di Up In Smoke, Jakarta. Saat itu ia menyorot bagaimana kebiasaan buruk yang acap mewarnai keseharian masyarakat. 

"Kita sering bilang kalau kita cinta laut tapi jarang memperhatikan kalau perilaku sederhana kita seperti membuang sampah ke laut itu merusak," Kaka meluapkan kegelisahannya.

Itu juga selaras dengan temuan dari para peneliti yang menyebutkan bahwa ada 90 persen garam di Indonesia mengandung mikroplastik. Bahkan, ancaman mikroplastik itu sendiri juga mengarah ke dalam kandungan air mineral. Apalagi ada 150 juta sampah plastik yang kini mencemari laut, yang dapat saja mengancam laut dan kehidupan kesehatan manusia sekaligus.

Bagi Slank, bermusik di acara sekelas OOC menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih Indonesia menjadi negara Asia pertama yang terpilih menjadi tuan rumah dalam lima edisi acara tersebut berlangsung.

Sebagai catatan, di awal OOC dilaksanakan pada 2014 lalu hingga 2015, acara ini hanya diadakan di Amerika Serikat. Baru pada OOC ketiga pada 2016 mulai berlangsung di luar "Negeri Paman Sam", tepatnya di Cile. Sedangkan pada 2017, kegiatan yang berhubungan dengan dunia bahari ini diadakan di Malta, dan baru tahun ini (OOC 2018) berlangsung di Indonesia.

Tak heran jika Kaka pun sempat mengakui ada perasaan nervous untuk tampil di acara sekelas OOC. Terlebih yang menjadi penonton pun berasal dari berbagai negara. Belum lagi karena di balik penampilan mereka tersebut, ada panggilan tanggung jawab agar pesan melawan sampah laut dapat tercapai.

"Ini tugas berat dan tantangan buat kami untuk mengadakan konser tanpa ada sampah tersisa," kata Kaka sebelum tampil di konser tersebut. "Kami mau tunjukkan bahwa kami tidak kalah serius soal menjaga laut dengan mereka yang adakan konferensi di dalam ruangan OOC 2018."*** 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun