Sudahkah: saya Ikhtiar, berserah diri (tawakal) kepadaNya? Meraih kemenangan pada sesama manusia dan di jalan Tuhan? Dekat dengan sesama manusia dan mendekatkan diri kepada Tuhan, di fase 10 hari pertama Ramadhan 1444 H?
(Supartono JW.Ramadhan10.1444H.01042023)
Fase 10 hari pertama Ramadhan 1444 Hijriah telah kita lalui. Semoga kita semua dapat menjadi manusia yang berserah diri  (tawakal), manusia yang menjadi pemenang di jalanNya, dan manusia yang dekat dengan Tuhan. Aamiin.
Semoga dengan harapan, doa, tersebut kita dapat menjadi manusia, orang, yang senantiasa berserah diri, tunduk, patuh, pasrah, pada keputusan dan ketetapan Tuhan, Allah SWT. Menjadi orang yang meraih kemenangan sesuai ajaran agama. Menjadi orang yang senantiasa mendekatkan diri dan selalu dekat dengan Allah. Aamiin.
Agar kita menjadi manusia, orang, yang senantiasa berserah diri, tunduk, patuh, pasrah, pada keputusan dan ketetapan Tuhan, Allah SWT. Menjadi orang yang meraih kemenangan sesuai ajaran agama. Menjadi orang yang senantiasa mendekatkan diri dan selalu dekat dengan Allah, mari kita pahami apa makna mendalam dari berserah diri (tawakal), menang di kehidupan dunia dan di jalan Allah, serta dekat sesama manusia dan dengan Tuhan.
Berserah diri (tawakal)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tawakal artinya berserah (kepada kehendak Tuhan), dengan sepenuh hati percaya kepada Tuhan terhadap penderitaan, percobaan dan apa pun yang terjadi di dunia ini.
Tawakal berasal dari kata wakala, yang berarti menyerahkan, mempercayakan, dan mewakilkan urusan kita kepada Tuhan. Tujuannya, untuk mendapat kemaslahatan dan terhindar dari kemudaratan.
Dengan tawakal, berserah diri, artinya kita menyerahkan suatu urusan kepada kebijakan Allah, yang mengatur segalanya-galanya. Sebab, berserah diri kepada Allah, adalah satu di antara perkara yang diwajibkan dalam ajaran agama kita.Â
Berserah diri akan dapat dilakukan oleh sesorang yang sudah melaksanakan Ikhtiar (usaha) secara maksimal dan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuannya.
Kemenangan