Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Niat berbagi

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

WHO Meminta Indonesia Darurat Nasional

14 Maret 2020   07:19 Diperbarui: 14 Maret 2020   07:16 2445
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mengapa WHO meminta demikian? Beberapa alasannya, yaitu: setiap negara harus melakukan langkah terukur untuk mencegah penyebaran virus yang pertama kali muncul di China ini. 

Berikutnya, WHO menemukan adanya sejumlah kasus tak terdeteksi virus Corona di beberapa negara, termasuk Indonesia, yang membuat penyebaran virus ini meluas dan akhirnya menyebabkan banyak korban jiwa. 

Oleh sebab itu, WHO terus mendorong setiap negara untuk terus melakukan uji laboratorium terhadap orang yang dicurigai telah terinfeksi virus corona, terlebih di negara yang memiliki populasi besar dan fasilitas kesehatan yang tak merata di setiap wilayah, seperti Indonesia. 

Deteksi dini dan pencegahan dengan cara menutup, mengisolasi dll adalah menjadi sangat vital agar dapat dipetakan penyebaran virusnya. 

Indonesia termasuk kategori negara yang terdapat kasus tak terdeteksi, karena itu WHO merekomendasikan salah satu langkahnya adalah mendeklarasikan darurat nasional. 

Lebih utama, WHO juga meminta pemerintah Indonesia melakukan pengetesan spesimen tak hanya dilakukan pada yang telah melakukan kontak, tetapi semua orang dengan gejala influenza dan gangguan pernafasan. 

Surat sudah dikirim atau diterima sejak 10 Maret 2020, mengapa hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak Presiden RI? Meski, pemerintah telah menanggapi WHO yang menyatakan virus Corona sebagai pandemi dengan pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang memastikan, bahwa pemerintah RI akan mengeluarkan kebijakan dengan merujuk pada keputusan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan virus corona sebagai pandemi global di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2020), namun teguran WHO menyoal darurat nasional, masih saja belum ada sikap tegas. 

Ironisnya, beberapa gubernur di Indonesia malah sudah mendahului Presiden dengan mengeluarkan kebijakan masing-masing di wilayahnya yang sejatinya sama dengan imbauan WHO, yaitu menyatakan sikap darurat daerah dengan bahasa yang berbeda.

Ini sikap yang terbalik. Siapa yang seharusnya memulai dan memutuskan sikap darurat? Ini pemerintah malah sampai ditegur lewat surat oleh WHO, lho. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun