"Nah, saat masuk kelas, kedapatan sama Dini. Dini marah, bertengkarlah mereka, sampai didengar guru kelas lalu disetrap, disuruh berdiri depan kelas, berdua. Dini ngambek karena merasa bukan berada di pihak yang salah. Mencak-mencak sejak tadi. Akhirnya nggak muroja'ah. Bunda biarin dulu, biar tenang, karena percuma muroja'ah. Nggak bakalan masuk hafalannya."
"Tapi, PRnya sudah, kok. Setelah selesai ngerjain PR, Bunda suruh masuk kamar biar marahnya reda dan instropeksi diri dulu." Lanjutnya menjelaskan.
"Oh, gitu. Maghribnya gimana?"
"Sudah, juga. Tadi Bunda suruh mereka shalat bertiga, Diimamin sama Bayu. Bunda nunggu Ayah untuk berjama'ah."
"Baiklah, kalau gitu Ayah, siap-siap dulu ya, entar baru Ayah samperin mereka, takut waktu maghribnya kelewat."
Aku masuk kamar untuk mandi dan bersiap-siap shalat Maghrib. Aku memang membiasakan diri untuk selalu shalat berjam'ah bersama keluarga kecilku saat Maghrib dan Subuh. Isya berjama'ah ke mesjid dengan pertimbangan Isya lebih panjang waktunya buat bisa bersosialisasi bersama warga sekitar.
Maghrib dan Subuh untuk keluarga, agar anak-anakku bisa punya waktu bersama dengan diriku. Kecuali saat Sabtu dan Minggu, diwaktu itu aku biasanya shalat berjama'ah di masjid sejak Maghrib, karena ada pengajian bareng bapak-bapak sekitaran kompleks. Subuh, Lohor, dan Ashar jama'ah di rumah, sekalian quality time bareng mereka.
BERSAMBUNG
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI