Mohon tunggu...
Siti Suhanah
Siti Suhanah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mikom Universitas Bakrie

Saya adalah seorang individu yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi dalam segala hal yang saya lakukan. Saya percaya bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, saya dapat mencapai segala impian dan tujuan

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Bisnis Syariah : Pilar Ekonomi Berbasis Etika dan Solusi Masa Depan

17 Januari 2025   20:15 Diperbarui: 17 Januari 2025   17:23 42
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.depokpos.com/2024/06/manajemen-bisnis-syariah-di-era-digital-strategi-adaptasi-menuju-keunggulan-kompetitif/

Dalam beberapa dekade terakhir, bisnis syariah telah berkembang dari sekadar fenomena lokal menjadi gerakan ekonomi global. Prinsip-prinsip syariah yang mengutamakan keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama telah menarik perhatian banyak negara, baik yang mayoritas Muslim maupun non-Muslim. Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, berada di garis depan dalam perkembangan ini. Namun, apakah Indonesia telah memaksimalkan potensinya dalam bisnis berbasis syariah? Bagaimana tantangan dan peluang yang dihadapi sektor ini? Artikel ini akan mengupas secara mendalam fenomena bisnis syariah, khususnya di Indonesia, yang semakin relevan di era modern.Prinsip-Prinsip Bisnis SyariahBisnis syariah berlandaskan pada nilai-nilai universal yang tidak hanya berlaku bagi umat Muslim, tetapi juga relevan untuk semua kalangan. Prinsip utamanya meliputi:
1.Larangan Riba: Segala bentuk bunga atau keuntungan berlebihan dari transaksi dilarang dalam syariah. Sebagai gantinya, diterapkan sistem berbagi keuntungan seperti mudharabah (bagi hasil) dan musyarakah (kemitraan).
2.Menghindari Gharar dan Maisir: Transaksi yang mengandung ketidakpastian (gharar) dan spekulasi (maisir) dilarang. Hal ini menjadikan bisnis syariah lebih stabil dan transparan.
3.Produk dan Jasa Halal: Seluruh produk dan jasa yang ditawarkan harus halal dan tayyib (baik), tidak hanya dalam bahan baku tetapi juga dalam proses produksinya.
4.Keadilan dalam Transaksi: Semua pihak dalam transaksi bisnis harus mendapatkan haknya secara adil tanpa ada pihak yang dirugikan.

Prinsip-prinsip ini tidak hanya memberikan keamanan dan kenyamanan kepada konsumen, tetapi juga mendorong bisnis untuk beroperasi secara etis dan berkelanjutan.

Potensi Besar Ekonomi Syariah di Indonesia

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan bisnis syariah. Laporan Bank Indonesia menunjukkan bahwa pangsa ekonomi syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada Triwulan II 2023 mencapai 46,71 persen, setara dengan Rp9.826,8 triliun. Angka ini menunjukkan kontribusi besar sektor syariah terhadap perekonomian Indonesia.

Sektor keuangan syariah menjadi salah satu motor penggerak utama. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset perbankan syariah pada tahun 2023 mencapai Rp214.922 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh semakin banyaknya masyarakat yang mulai memahami pentingnya transaksi keuangan berbasis syariah.

Selain sektor keuangan, industri halal seperti makanan, minuman, fashion, kosmetik, hingga pariwisata berbasis syariah juga menunjukkan perkembangan pesat. Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-4 dunia dalam pengembangan keuangan syariah menurut Global Islamic Economy Indicator. Posisi ini menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut.

Keunggulan Bisnis Syariah Dibandingkan Konvensional

Bisnis syariah tidak hanya menawarkan keuntungan finansial tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan. Berikut beberapa keunggulan yang membuat sistem ini semakin relevan di era modern:
1.Transparansi dan Keamanan: Dengan larangan riba, gharar, dan maisir, bisnis syariah lebih stabil dibandingkan sistem konvensional yang rentan terhadap spekulasi.
2.Keberlanjutan: Prinsip syariah mendukung kegiatan bisnis yang ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat.
3.Inklusivitas: Meskipun berbasis nilai-nilai Islam, prinsip bisnis syariah bersifat universal dan dapat diterapkan oleh siapa saja.
4.Fokus pada Kesejahteraan Bersama: Model berbagi risiko dan keuntungan dalam bisnis syariah memastikan semua pihak yang terlibat mendapatkan manfaat secara adil.

Tantangan Bisnis Syariah di Indonesia

Namun, potensi besar ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah literasi masyarakat terhadap konsep bisnis syariah yang masih rendah. Banyak yang masih menganggap bahwa produk dan layanan berbasis syariah hanya ditujukan untuk kalangan Muslim, padahal prinsip ini sangat relevan untuk semua.

Di sisi lain, daya saing produk berbasis syariah di pasar global juga masih perlu ditingkatkan. Misalnya, meskipun produk halal Indonesia memiliki kualitas yang baik, branding dan promosi yang kurang efektif sering kali menjadi hambatan untuk menembus pasar internasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun