Dapat dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswi IAIN Kudus, Nur Khasanah (2019) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa dukungan dan penerimaan orangtua secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap efikasi diri anak. Adapun dukungan yang dilakukan orangtua yaitu dengan memberinya nasihat, saran ataupun berupa bimbingan.Â
Selain itu, orangtua juga menghargai, memenuhi kebutuhan dan dan memberikan kasih sayang yang tulus pada anak. Dengan cara seperti ini akan membantu anak memperoleh keberhasilan dalam mengikuti kegiatannya, sehingga anak meiliki self efficacy yang kuat tertanam pada dirinya. Sebaliknya, jika orangtua tidak memberikan dukungan, bantuan, perhatian bahkan kasih sayang. Anak akan merasa tidak amandan tidak yakin ketika menghadapi masalah yang ia hadapi.Â
Rasanya seperti menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang yang sudah mantap memilih gelar menjadi orangtua. Harus siap lahir maupun batin., karena memang sejatinya pernikahan tak hanya melulu tentang cinta. Masih ada sekelibet permasalahan yang harus dihadapi, siap maupun tidak. Mengharapkan anak lahir menjadi sosok yang sempurna dan sukses dihari tua tanpa orangtua memberikan self efficacy yang baik, rasanya seperti omong kosong belaka.Â
Merujuk dari penelitian yang dilakukan oleh Smith et al. (2006) tentang bagaimana kegagalan dan kesuksesan terhadap penyelesaian tugas yang dapat memengaruhi self efficacy seseorang terhadap tugas. Penelitian Smith dilakukan dengan menggunakan anagram (yang dapat diselesaikan dan tidak dapat diselesaikan). Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan dalam menyelesaikan tugas akan menurunkan self efficacy dan sebaliknya kesuksesan dalam menyelesaikan tugas akan meningkatkan self efficacy.Â
Jika seorang anak tidak dibiasakan memiliki self efficacy sejak dini, akan berpengaruh ketika ia beranjak dewasa. Menjadi pribadi yang dikelilingi rasa ragu akan diri sendiri akan menyulitkannya bersaing di dunia luar. Apalagi zaman semakin maju, orang yang diam akan kalah saing dengan orang yang percaya diri, meskipun sebenarnya orang yang diam memiliki skill lebih baik daripada yang percaya diri.
Oleh karena itu, yukk tanam self efficacy sejak dini!
Semoga Bermanfaat!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H