UMKM yang kita kenal sebagai usaha mikro atau industri di tingkat rumahan, turut berpotensi terkena dampak resesi. Walaupun modal usaha yang dikeluarkan tidak sebesar korporasi, namun UMKM adalah identitas daerah yang menawarkan produk lokal melintasi garis batas antar negara.Â
Salah satu UMKM yang pernah saya kunjungi untuk melakukan studi, adalah batik cap asli Bekasi yang berlokasi di Kecamatan Tarumajaya.Â
Batik Seraci, menawarkan pembuatan batik cap dengan motif yang khas, yaitu Batik Betawi. Saat ini, pengrajin Batik Betawi belum banyak jumlahnya. Ketika saya berkunjung ke sana, lokasinya dekat sekali dengan bibir pantai utara Pulau Jawa. Penempatan lokasi yang sesuai juga dapat mempengaruhi inspirasi para pegiat budaya lokal, untuk terus mengeksplorasi warisan kekayaan leluhur dalam bentuk motif batik.Â
Sekalipun lokasi pembuatan batik lebih dekat dengan Ibukota Jakarta, namun masyarakat di Bekasi dan berbagai daerah lainnya sudah banyak mengenal produk dari batik ini. Adanya kemajuan di bidang telekomunikasi digital menjadikan pemasaran batik berkembang pesat hingga melampaui batas negara.Â
Walaupun begitu, jurang resesi tetap menganga bagi pelaku UMKM. Perlu dibangun jembatan yang dapat menyelamatkan UMKM dari gelombang resesi di tahun mendatang.Â
Salah satu jembatan yang paling mungkin bagi pelaku UMKM adalah dengan menjadi BRILianpreneur. Mengapa harus menjadi bagian dari BRILianpreneur?Â
BRI telah berkontribusi ke Negara melalui Dividen dan Pajak dengan total Rp26,5 Triliun hingga September 2022. Adapun laba yang dicatatkan sebesar Rp39,3 Triliun. Angka-angka sebesar itu menandakan BRI sebagai lembaga keuangan yang terus tumbuh dan tangguh, tak pernah berhenti memberi yang terbaik bagi negeri.Â
Inovasi yang terus diupayakan BRI untuk mengusung UMKM tetap eksis di era resesi, adalah melalui BRI Mobile (BRImo) yang mudah digunakan dan aman bagi pengguna. Aplikasi ini telah diunduh oleh 23 juta pengguna dengan total transaksi sebesar Rp2.000 Triliun hingga November 2022.
BRI juga berkomitmen terhadap lingkungan hidup dengan menyalurkan anggaran sebesar Rp671,1 Triliun untuk digunakan sebagai Sustainable Loan.Â
Selain itu, pelaku UMKM yang berada di desa tidak perlu mengkhawatirkan akses ke gerai BRI terdekat. Karena, Sentra Layanan Ultra Mikro atau "SENYUM" berhasil mengintegrasikan 34 juta nasabah Ultra Mikro di 1.000 lokasi gerai target hingga November 2022.
Menjadi BRILianpreneur adalah kunci sukses hadapi digitalisasi dan lompati gelombang resesi di tahun mendatang. BRI telah berkontribusi dalam menyelamatkan Pelaku Usaha terdampak pandemi dengan mengucurkan dana kredit sebesar Rp252,7 T kepada 3,9 juta nasabah yang mayoritas menjalankan UMKM.Â