Usai sampai di Paris kita langsung menuju Hotel di mana Mbak Dini dan suaminya bermalam. Karena mereka saat itu masih di luar, maka aku jalan-jalan di seputar Hotel yang ada nuansa seperti di Indonesia atau di Singapura.Â
Di lokasi Hotel itu ada lorong-lorong parkiran yang ada toko-toko dan warung makan. Disana juga aku menemukan Toko asia yang menjual makanan dan jajanan dari Korea, Jepang atau Cina. Mahal-mahal juga si harganya.Â
Gedung-gedung di Paris sangat megah-megah, besar dan mewah. Di seputar Hotel pun gedungnya ya modern-modern semua dan di bawah hotel tersebut lah lorong-lorong tempat parkiran, jadi seperti ala komplek dimana ada lorong-lorong kecil yang bisa kita temuin restaurant dan toko-toko kecil juga. Cuma kalau keluar dari lorong-lorong di bawah gedung yang megah itu kita menemukan jalan yang besar dengan gedung-gedung mewahnya , ya seperti super market, toko-toko dan Restaurant-restaurant megah.
Betapa bahagianya aku di Paris yang serba mewah dan mahal aku menemukan Restaurant atau warung yang harganya bisa di bilang murah dan enak makanannya.Â
Terasa menggugah aku mengingat-ingat kalau saat jadi Backpacker tidur di tempat yang murah tapi berada di pusat kota, makan-makan juga murah karena tahu lokasi-lokasi orang lokal makan disana. Na ini dia tempatnya dimana aku merasa jadi Packpacker kembali. Kita makan satu porsi saja karena Yudis tidak lapan. Jadi sepiring berdua untuk mencicipi saja karena sebelumya kita sudah makan di tempat lain. Yang ini cuma iseng-iseng saja karena penasaran.
Di dalam gedung ini lah banyak restaurant, seperti di Mall layaknya di Indonesia, na disini ada Bioskop juga dan toko-toko sepatu, baju dan berlantai-lantai seperti juga di Indonesia . Â Â Â Â
Usai makan kita menuju ke Hotel dan bertemu mbak Dini dan suami yang juga barusan makan malam bersama rombongan. Mereka menunggu di lobi, sampai kita datang. Karena lokasi makan kita tidak jauh, maka ya cepet sekali kita sampai Hotel dan langsung di sambut dengan hangat. Usai kita bincang-bincang di lobi, akhirnya kita masuk kamar untuk naruh oleh-oleh yang aku beli dari Jerman dan Belanda. Na Akhirnya kita masuh ada waktu dan kita keluar pakai mobil puter-puter di seputar menara Paris itu. Terasa aku ada di Monas saja. Â Â Â