Betapa diri ini malu
Setiap sujud selalu memohon pengampunanmu
Namun, esok mulai kusuguhkan lagi khilaf dan dosa
Bukan
Ini bukan khilaf
Jika khilaf, tak mungkin kulakukan berulang-ulang
Aku malu Tuhan
Malu pada semuanya
Malu pada-Mu, orang tuaku, kerabat, sahabat, dan orang-orang di sekitar ku
Andai saja mereka tahu
Bahwa pembungkus kepalaku hanya sebagai pemanis saja
Tutur kataku yang semerdu kidung hanya lah sebuah paradoks belaka
Aku tak mau membayangkannya
Tetapi, lagi dan lagi Kau tutupi aib iniÂ
Tersusun rapi dalam lemari
Hingga yang nampak hanyalah yang baik-baik saja
Tak ingat berapa buih janji yang kuhaturkan
Yang pasti semestinya kini aku telah mendapat hukuman
Atas janji yang tak dapat kupertanggungjawabkan
Tetapi, lagi dan lagiÂ
Kau masih bersudi hati
Memberi kesempatan kepada hamba-Mu untuk mengikrarkan janji
Janji untuk mengukuhkan diri
Dari godaan nafsu yang silih berganti
Ya Allah, hamba takut
Jikalau lahir dalam keadaan bersih, namun pulang dalam keadaan kotor
Ampuni hamba Ya Rabb
Akan bualan janji yang selalu kugaungkan
Akan pengakuan taubat yang hanya mainan
Hamba mohon
Janganlah Kau cabut iman dalam hatiku
Atau kau renggut malu dalam jiwaku
Tambahkanlah, tambahkanlah Ya Allah
Takaran iman dan rasa maluku
Agar aku bisa menang
Berperang melawan ego dan nafsu yang bersarang
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI