Mohon tunggu...
Siti Mariani
Siti Mariani Mohon Tunggu... Guru - Guru SDN 14 Toho

Saya adalah orang yang memiliki hobi menulis cerita-cerita fiksi. Menurut teman-teman, saya adalah orang yang pendiam sehingga lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Negosiasi

22 Desember 2022   19:45 Diperbarui: 22 Desember 2022   19:59 134
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Betapa diri ini malu

Setiap sujud selalu memohon pengampunanmu

Namun, esok mulai kusuguhkan lagi khilaf dan dosa

Bukan

Ini bukan khilaf

Jika khilaf, tak mungkin kulakukan berulang-ulang

Aku malu Tuhan

Malu pada semuanya

Malu pada-Mu, orang tuaku, kerabat, sahabat, dan orang-orang di sekitar ku

Andai saja mereka tahu

Bahwa pembungkus kepalaku hanya sebagai pemanis saja

Tutur kataku yang semerdu kidung hanya lah sebuah paradoks belaka

Aku tak mau membayangkannya

Tetapi, lagi dan lagi Kau tutupi aib ini 

Tersusun rapi dalam lemari

Hingga yang nampak hanyalah yang baik-baik saja

Tak ingat berapa buih janji yang kuhaturkan

Yang pasti semestinya kini aku telah mendapat hukuman

Atas janji yang tak dapat kupertanggungjawabkan

Tetapi, lagi dan lagi 

Kau masih bersudi hati

Memberi kesempatan kepada hamba-Mu untuk mengikrarkan janji

Janji untuk mengukuhkan diri

Dari godaan nafsu yang silih berganti

Ya Allah, hamba takut

Jikalau lahir dalam keadaan bersih, namun pulang dalam keadaan kotor

Ampuni hamba Ya Rabb

Akan bualan janji yang selalu kugaungkan

Akan pengakuan taubat yang hanya mainan

Hamba mohon

Janganlah Kau cabut iman dalam hatiku

Atau kau renggut malu dalam jiwaku

Tambahkanlah, tambahkanlah Ya Allah

Takaran iman dan rasa maluku

Agar aku bisa menang

Berperang melawan ego dan nafsu yang bersarang

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun