Di era modern ini, kesadaran akan pentingnya menjaga mental health awarness sudah mulai meningkat. Mencintai diri sendiri mendasari kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Hal tersebut melahirkan konsep "self-reward" sebagai cara konkret untuk menghargai diri sendiri dan meningkatkan motivasi. Konsep self-reward atau apresiasi diri sudah tidak asing lagi di telinga kita bahkan self-reward sudah menjadi populer sebagai metode untuk meningkatkan motivasi dan kesejahteraan emosional. Namun, sering kali self-reward disalahartikan sebagai pemborosan yang dapat merugikan kondisi keuangan.  Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini untuk membedakan antara self-reward yang sehat dan pemborosan yang tidak perlu, serta memberikan panduan untuk mengelola keuangan dengan bijak.
Self-reward adalah tindakan memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah mencapai tujuan atau melewati masa sulit. Ini bisa berupa berbagai bentuk, mulai dari membeli barang hingga menikmati pengalaman tertentu. Self-reward yang sehat seharusnya memberikan kepuasan dan meningkatkan motivasi tanpa mengganggu stabilitas finansial.
Sebaliknya, pemborosan adalah pengeluaran yang tidak terencana dan tidak memberikan nilai jangka panjang. Pemborosan sering kali terjadi ketika seseorang membeli barang atau layanan tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau anggaran yang ada. Hal ini dapat menyebabkan masalah keuangan yang lebih serius jika tidak dikelola dengan baik.
Tanda-Tanda Self-Reward Berubah Menjadi Pemborosan
Untuk membantu pembaca membedakan antara self-reward dan pemborosan, berikut adalah beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Rasa Penyesalan Setelah Pembelian
Jika Anda sering merasa bersalah setelah melakukan pembelian sebagai bentuk self-reward, ini bisa menjadi indikasi bahwa pembelian tersebut lebih bersifat impulsif daripada apresiasi yang tulus.Â
- Meminjam Uang untuk Self-Reward
Menggunakan utang atau kartu kredit untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri menunjukkan bahwa pengeluaran tersebut tidak sesuai dengan kemampuan finansial Anda.
- Self-Reward Tanpa Batasan
Melakukan self-reward secara berlebihan tanpa menetapkan batasan dapat mengarah pada pengeluaran yang tidak terkendali.
- Mengabaikan Kebutuhan Penting
Jika Anda mengesampingkan kebutuhan dasar seperti tagihan atau belanja sehari-hari demi melakukan self-reward, ini adalah tanda bahwa Anda telah melampaui batas.
- Tidak Puas Setelah Self-Reward
Jika setiap kali Anda melakukan self-reward tetapi merasa hampa atau tidak puas, mungkin itu pertanda bahwa Anda membeli barang hanya untuk mengatasi kekosongan emosional.
Langkah-Langkah untuk Melakukan Self-Reward Tanpa Bikin Dompet MenjeritÂ
Berdasarkan tanda-tanda di atas, berikut merupakan cara bijak untuk melakukan self-reward tanpa bikin keuanganmu terganggu:
- Tetapkan Anggaran Khusus
Buat anggaran khusus untuk self-reward setiap bulan. Misalnya, alokasikan 10-15% dari penghasilan bulanan untuk kegiatan ini. Dengan membuat anggaran dana, Anda bisa mengurangi kekhawatiran finansial tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Ketika Anda terjebak dalam keadaan mendesak, Anda tidak perlu kesulitan lagi untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa perlu meminjam dan mengorbankan anggaran self reward.Â
- Ciptakan Pengalaman Berharga
Alih-alih membeli barang-barang mahal, fokuslah pada menciptakan pengalaman berharga seperti piknik atau menonton film di rumah. Kumpul bersama dengan keluarga bisa menjadi opsi yang baik untuk  berbagi tawa dan cerita.
- Evaluasi Pengeluaran Secara Rutin
Lakukan evaluasi rutin terhadap pengeluaran Anda dan bandingkan dengan tujuan keuangan jangka panjang untuk memastikan bahwa setiap self-reward benar-benar layak.
- Pilih Hadiah Sederhana tetapi Bermakna
Pilih hadiah kecil yang dapat memberikan kebahagiaan tanpa merugikan anggaran, seperti makanan dan minuman favorit atau waktu untuk relaksasi. Â Anda juga bisa beristirahat sepanjang hari sebagai self reward, seperti menonton tv, atau menghabiskan serial film yang anda sukai. Ingat tidak produktif sehari saja boleh dilakukan, tetapi tidak boleh dilakukan terus-menerus.
- Fokus pada Hobi dan Aktivitas Positif
Investasikan waktu dalam hobi atau aktivitas positif yang tidak memerlukan banyak biaya, seperti berkebun atau membaca buku. Bagi Anda yang masih duduk dibangku sekolah atau perkuliahan, waktu luang dapat Anda gunakan untuk mencari skill baru atau mengikuti bootcamp yang akan berguna untuk karir kedepannya.
Membedakan antara self-reward dan pemborosan sangat penting dalam mengelola keuangan pribadi. Dengan memahami tanda-tanda pengeluaran boros dan menerapkan strategi bijak dalam melakukan self-reward, individu dapat menikmati penghargaan diri tanpa merusak stabilitas finansial mereka. Self-reward seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan motivasi dan kesejahteraan, bukan menjadi beban bagi keuangan pribadi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H