Quraish Shihab menyadari bahwa budaya Arab pada masa Nabi mempengaruhi pandangan tentang jilbab. Namun, beliau juga menekankan bahwa prinsip dasar jilbab harus dapat diadaptasi sesuai dengan budaya modern asalkan tetap memenuhi tujuan syar'i, yaitu menjaga kesopanan dan martabat perempuan. Quraish Shihab mendorong agar jilbab dipakai dengan pemahaman yang benar, bukan hanya karena tekanan sosial. Beliau juga mengatakan bahwa bentuk dan gaya jilbab bisa bervariasi selama tetap menutup aurat dengan benar.
Kritik dan tanggapan ulama
Beberapa ulama mengkritik pandangan Quraish Shihab sebagai terlalu fleksibel. Mereka berpendapat bahwa pandangannya terlalu mengakomodasi perubahan sosial dan budaya. Namun, Quraish Shihab dan para pendukungnya berargumen bahwa pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual penting agar ajaran Islam tetap relevan dengan kehidupan modern. Mereka menekankan bahwa tujuan utama dari jilbab adalah menjaga kesopanan dan integritas moral, yang bisa dicapai dengan berbagai bentuk dan cara.
Kesimpulan
Pandangan Quraish Shihab tentang jilbab memberikan pendekatan yang relevan dengan zaman sekarang. Beliau menekankan bahwa jilbab adalah simbol kesopanan dan identitas keagamaan, serta pentingnya fleksibilitas dalam penerapannya sesuai dengan budaya dan konteks sosial. Pemikirannya membantu menjadikan ajaran Islam lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami pandangan Quraish Shihab, kita dapat melihat bagaimana jilbab dapat tetap menjadi bagian penting dari identitas Muslimah dalam dunia modern yang terus berubah.
 Referensi
- Quraish Shihab, "Tafsir Al-Mishbah."
- Quraish Shihab, M. "Jilbab Pakaian Wanita Muslimah."
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI