3. Jangan kapok kepada atasan, dan tetap loyal kepada atasan.
Biar bagaimanapun juga, atasan yang tidak mengapresiasi kinerjamu tersebut tetaplah atasanmu, kesehariannya kamu akan sering berinteraksi dengannya dalam hubungan kerja.
Oleh karenanya, anggaplah saja sikap atasan kamu yang tidak apresiatif kepada kamu itu sebagai ujian bagi kamu untuk menjadikan dirimu semakin naik kelas dan jadi berkelas.
Tetaplah loyal padanya, tunjukan dan buktikan bahwasanya mentalmu tangguh dan mumpuni, tunjukan bahwa kamu tidak terpengaruh akan sikapnya yang tidak apresiatif terkait kerja keras dan kinerjamu kepadanya.
-----
Yang jelas, mutu dan kualitas kinerjamu adalah kompetensimu, jangan terpengaruh hanya karena atasanmu tidak mengapresiasi kinerjamu, jangan biarkan atasan kamu menurunkan moral bekerja kamu.
Jangan biarkan atasan kamu menurunkan mutu dan kualitas kamu akibat kekecewaan dan penyesalan kamu atas tidak apresiatifnya atasan kamu dengan memandang rendah kinerja kamu.
Yang paling penting untuk kamu ketahui juga adalah, terkait kinerja tulus kamu tersebut, tentu ada secret admirer yang tidak akan pernah tidur terkait apa yang sudah kamu lakukan terkait bagaimana kerja keras kamu di kantor.
Ya, atasanmu boleh saja tidak mengapresiasi kinerja tulusmu soal kerja kerasmu di kantor, tapi ingatlah, Tuhan tidak akan pernah tidur untuk selalu mengapresiasi kinerjamu kalau kamu selalu bersyukur.
Oleh karenanya, kinerja kamu harus tetap tangguh dan mumpuni, untuk selalu memberi kesempatan bagi kamu sendiri meraih sesuatu di depan sana, yang bisa saja menjadi buah keberhasilan kamu untuk sukses dalam berkarir.
Percayalah, emas tetaplah emas, mutiara tetaplah mutiara, biarpun harus dibuang ke selokan paling kotor sekalipun, atau dibuang ke mana saja sekali pun itu di tempat terpencil.