Mohon tunggu...
SH Tobing
SH Tobing Mohon Tunggu... Konsultan - Berbagi Untuk Semua | shtobing@gmail.com | www.youtube.com/@belajarkoor

Ingin berbagi pengalaman dan pemikiran serta terus membaca untuk memperkaya wawasan. Kompasiana menjadi tempat yang ideal untuk berbagi pengalaman dan ide selama saya diberi kesempatan berkarya di dunia | Have a nice day! | https://www.youtube.com/@belajarkoor

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Mengenang Teror Bom Bali 12 Oktober 2002

12 Oktober 2020   08:19 Diperbarui: 13 Oktober 2020   17:52 1383
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masih membekas di pikiran dan mendenging di telinga saya ketika bertemu dengan orang-orang Bali keesokan harinya. Bagaimana mereka mengucapkan kekesalan yang sama atas ulah para teroris itu. 

Mereka kesal dan sangat mengecam, karena mereka sadar bahwa ulah para teroris biadab itu akan merusak sumber pendapatan mereka utama: Turis.

Namun dengan adanya teror, sebuah kondisi yang merusak pendapatan mereka itu, mereka tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. Karena orang Bali tahu, bahwa tujuan dari teroris adalah membuat rasa takut, saling curiga dan selanjutnya memecah belah. Yang terbukti berhasil merusak tatanan di berbagai negara lain, sehingga tujuan akhir mereka (para teroris) berhasil: "menguasai negara itu!"

Tetapi para teroris gagal, Bali tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Para Turis manca negara dan lokal tetap datang berbondong-bondong meningkatkan kesejahteraan Bali. 

Saya yakin arwah para teroris, yang sudah dihukum mati, dan sedang menikmati hukuman di neraka, akan gigit jari dan kesal karena rencana jahat mereka merusak Bali gagal total!

Para teroris mungkin berhasil membunuh orang, membuat sedih bahkan menyengsarakan keluarga yang ditinggalkan korban. Para teroris mungkin berhasil membuat takut bangsa lain, yang katanya memang menjadi target para teroris, agar semua negara tidak mengganggu saudara mereka yang berada di negara lain. Para teroris mungkin berhasil mempengaruhi orang-orang lain untuk mengikuti jejak mereka. 

Tetapi kita semua melihat bahwa tidak ada satupun ulah mereka yang berhasil dalam jangka panjang. Karena semua bangsa, negara dan umat manusia kembali berdiri tegak lagi dan terus maju menggapai masa depan yang cerah. 

Sementara nama para teroris selalu dikenang sebagai orang-orang yang hina sepanjang masa, bahkan pengikut-pengikutnya terus diburu dan hidup di tengah ketakutan serta rasa saling curiga.

Setahun kemudian ketika saya kembali ke Bali, memang kunjungan turis manca negara belum pulih. Bahkan mungkin bisa dihitung dengan jari keberadaan orang asing. 

Namun luar biasanya bangsa Indonesia adalah, turis lokal meningkat pesat menuju ke Bali. Bahkan hunian hotel yang biasanya dipenuhi turis mancanegara, menjadi dipenuhi turis lokal.

Memang dengan berbagai program diskon dan harga khusus turis lokal, maka sesama bangsa Indonesia, yang saya yakin membenci para teroris, datang ke Bali dan membuat Bali terus bangkit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun