Banyak juga orang yang memakai masker namun tidak tepat. Ada yang lobang hidungnya tidak tertutup, bahkan ada yang mulutnya juga terlihat. Jadi mereka memakai masker untuk menutupi dagu.
Tegar tengkuk menghadapi Era New Normal juga tidak hanya terjadi di masarakat umum, bahkan di kalangan pejabat kita sering melihat mereka tidak menggunakan masker dengan benar.Â
Melalui layar televisi kita sering melihat seorang pejabat yang sengaja menurunkan maskernya ketika diwawancarai. Kalau dia berdiri sendiri mungkin cukup aman, tetapi terjadi ketika para wartawan bergerombol sangat dekat.
Korban Akibat Tegar Tengkuk
Tegar tengkuk diakibatkan oleh sifat manusia yang suka menganggap remeh suatu bahaya (risiko), sebelum mengalaminya sendiri. Sehingga risiko penyakit akibat inveksi Covid19 banyak yang tidak perduli.
Sikap tegar tengkuk semakin menjadi-jadi bila ditunjukan oleh sekumpulan orang banyak, salah satunya mereka nekat melakukan resepsi pernikahan. Atau mereka dengan entengnya melakukan unjuk rasa dengan berbagai atraksinya yang melanggar protokol kesehatan.
Berita duka akibat pelanggaran protokol kesehatan sudah sering kita dengar, seperti:
- Pesta Pernikahan yang mendatangkan duka
- Cluster Baru di Sebuah Pasar
- Ratusan Siswa positif virus Corona
- dan banyak lagi
Dari mana virus itu datang? Tidak ada yang tahu dengan pasti. Misalnya untuk ketiga contoh di atas, siapa yang dapat menyebutkan siapa pembawa pertama? Tidak ada!
Berbeda dengan Demam Berdarah Dengu (DBD), kita ketahui ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sehingga dengan cara membasmi nyamuk maka virus DBD dapat kita mitigasi. Tetapi Covid19 dapat menular kapan saja dan dimana saja, oleh para penderita yang terlihat sehat.
Jangan Mau Jadi Tegar Tengkuk
Hingga saat ini belum ada yang menemukan obat ampuh menghadapi Covid19, oleh karena itu cara yang paling efektif adalah mencegahnya menulari kita, atau menulari orang lain.
Caranya sangat mudah: pakai masker, rajin cuci tangan, jangan menyentuh mulut, mata dan hidung anda. Tetapi mengapa hal sederhana itu sangat banyak yang melanggarnya? Jawabnya adalah sikap Tegar Tengkuk Manusia.