Orang yang suka tertawa terbahak-bahak, teriak-teriak, berbicara keras tidak tentu arah, hanya untuk bersenda gurau ataupun untuk menghina orang lain, jelaslah menunjukkan kebodohan orang tersebut. Mereka tidak tahu apa yang seharusnya mereka ketahui, mereka hanya menurutkan hawa nafsunya belaka.
     Bahkan banyak juga orang yang suka mentertawakan orang lain sebagai ejekan, olok-olokan atau cemoohan belaka juga menggunjingkan sesamanya. Orang-orang semacam itu layaknya seperti keledei dan juga  seperti anjing. Ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:
 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olokkan... Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya". (QS Al Hujurat/49:11,12).Â
     Orang yang mengerti hakikat, apabila diolok-olokan, pastilah tidak akan menjadikannya sebagai suatu masalah yang berarti, semua itu dianggapnya tidak lebih dari  suara anjing yang menggonggong, atau bahkan justru menjadikannya merasa kasihan terhadap orang yang menghinanya tersebut, itu semua dilakukan (orang yang menghina) karena kebodohannya. Begitu pula apabila ditertawakan oleh orang lain, pastilah hanya dianggap tidak lebih dari suara ringkikan kuda, bahkan itu semua menjadikannya mempunyai harapan yang besar, bahwa di akhirat kelak ia akan mendapatkan pahala yang besar tanpa beramal. Sebagaimana seorang petani yang akan panen raya dengan hasil yang melimpah ruah tanpa harus menanam terlebih dahulu.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H