Aktor William Hurt meninggal dunia beberapa hari lalu di usia 71 tahun karena kanker. Diberitakan aktor itu terkena kanker prostat pada tahun 2018 dan kemudian telah menjalar ke tulang.
Bagi yang kurang mengenal siapa Hurt, mungkin pernah mendengar namanya sebagai aktor yang memerankan tokoh antagonis Jenderal Ross di film-film Marvel Cinematic Universe atau MCU.
Pemerhati film mungkin juga mengenalnya lewat film-filmnya di tahun 80-an Kiss of the Spider Woman, Children of a Lesser God, dan Broadcast News yang telah mengantarnya sebagai nominasi Oscar dan bahkan membuatnya memenangkan Academy Award tersebut sebagai aktor terbaik di Kiss of the Spider Woman.
Penulis sendiri lebih akrab dengan peran aktor ini sebagai Arkady Renko di film Gorky Park, yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Martin Cruz Smith.
Seperti nama-nama Rusia lain yang mempunyai nama kecil berakhiran -sha seperti Mikhail menjadi Misha atau Alexander menjadi Sasha, Arkady pun bernama panggilan kesayangan, Arkasha.
Arkady Renko merupakan salah satu karakter di film maupun buku yang akan selalu lekat di hati penulis. Tahun 1980an saat film itu dirilis masih merupakan zaman Perang Dingin antar Amerika Serikat dan Uni Soviet, tema yang menarik untuk diangkat di film maupun buku-buku. Tema yang juga merupakan favorit penulis.
Gorky Park bercerita tentang seorang penyidik kepala di kepolisian milisi yang menyelidiki tentang pembunuhan tiga orang anak muda yang mayatnya diketemukan di taman bernama Gorky Park di tengah kota Moscow.
Yang menarik, meskipun kisah ini berseting di masa Perang Dingin di Uni Soviet, ia tidak bercerita mengenai dunia spionase atau mata-mata. Kalaupun ada tokoh badan intelijen KGB di sini malah cenderung berseberangan dengan si detektif kasus pembunuhan Arkady Renko.
KGB digambarkan sebagai antagonis di samping juga orang-orang berpangkat tinggi yang ternyata korup.
Selain itu, kalau di kenyataan Uni Soviet bermusuhan dengan Amerika Serikat, di film ini Renko justru bekerja sama dengan seorang polisi New York yang pergi ke Moscow mencari adiknya yang hilang.
Walau film ini bertema detektif, pada dasarnya ia menggambarkan kenyataan yang ada pada masa itu yaitu begitu banyak orang-orang warga Uni Soviet yang berusaha keluar dari negaranya. Gadis yang terkait dengan kasus itu pun tujuannya hendak melarikan diri. Setelah berhubungan dengan Renko, ia pun ingin mengajak serta detektif itu.
Namun, long story short, Renko pun harus melupakan keinginan untuk pergi dari Uni Soviet. KGB dan para atasannya mensyaratkannya untuk pulang dari Stockholm kalau ia ingin agar gadis itu bisa bebas keluar dari Soviet.
Di adegan akhir film itu ada voice over Irina, gadis itu, berkata pada Arkady, "One day, Arkasha. One day."
Hari itu telah tiba. Arkasha telah terbang, bebas, sekarang. Rest in Peace.