Mohon tunggu...
Shinta Harini
Shinta Harini Mohon Tunggu... Penulis - From outside looking in

Pengajar dan penulis materi pengajaran Bahasa Inggris di LIA. A published author under a pseudonym.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Mencerna Idioms di Listening Tes TOEFL

17 Agustus 2021   16:48 Diperbarui: 17 Agustus 2021   16:56 755
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rain cats and dogs (Sumber: Pixabay)

Setelah membahas soal bagian Listening dan Structure pada tes TOEFL, kali ini saya hendak membicarakan secara lebih dalam tentang soal-soal Listening yang melibatkan penggunaan idioms. Terima kasih banyak, mbak Ayu Diahastuti atas usulnya. Terus terang saya juga tertarik soal idiom ini.

Untuk yang masih asing dan bertanya-tanya apa sih idiom itu, saya harap artikel ini sedikit menjawab.

Dalam bahasa Indonesia, idiom bisa berarti ungkapan atau serangkaian kata yang membentuk arti baru yang tidak ada hubungannya dengan arti kata-kata yang membentuknya. Dari satu sumber dikatakan ada tujuh jenis idiom. Tapi di sini saya akan membahas empat jenis saja, yaitu pure idioms, partial idioms, prepositional idioms, dan proverbs.

Pure Idioms

Idiom yang ini adalah asli ungkapan yang sudah tidak mungkin lagi diterangkan secara logis tentang artinya. Contohnya adalah It's raining cats and dogs yang artinya hujan sangat lebat. Tidak jelas kenapa kucing dan anjing harus dibawa-bawa.

Partial Idioms

Partial idioms lebih jelas pengertiannya dibandingkan pure idioms karena pada partial idioms sebagian punya arti harafiah, sedang sebagian lagi arti kiasan. Satu contoh partial idiom adalah storm brewing in his eyes. Kita tahu bahwa idiom ini membicarakan mata seseorang, tetapi untuk kata storm tidak berarti badai yang sesungguhnya melainkan bahwa mata itu memandang dengan berapi-api.

Prepositional Idioms

Pada idiom ini terdapat kata kerja ditambah kata depan, di mana kata kerjanya mempunyai arti yang baru. Nama lain untuk ini adalah phrasal verbs. Idiom ini kadang dianggap sebagai kata kerja biasa karena sangat umum digunakan. Namun mereka dapat digolongkan idiom karena arti yang berubah. Contoh dari phrasal verbs:
-Kata kerja dasar call menjadi
-call on: mengunjungi
-call off: membatalkan
-call back: menelepon balik

Proverbs

Proverbs atau peribahasa kebanyakan mempunyai arti kata-kata bijak dari orang-orang tua jaman dulu. Untuk peribahasa ini tidak dapat diartikan secara kata per kata namun dicarikan padanan peribahasa dalam bahasa Indonesia. Dari contoh-contoh yang ada dapat dilihat adanya perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan budaya.

Contoh proverbs dan padanannya dalam bahasa Indonesia:
1. When in Rome, do as the Romans do: Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
2. It's no use crying over spilt milk: Nasi sudah menjadi bubur.
3. Still water runs deep: Air tenang menghanyutkan.

Mungkin ada ratusan bahkan ribuan jumlah idioms dalam bahasa Inggris. Dalam tes TOEFL biasanya akan digunakan di Listening part A. Untuk dapat menguasai bagian ini, Anda harus banyak-banyak membaca daftar idiom yang ada dan kalau mungkin menggunakannya dalam percakapan sehari-hari agar dapat mengingat ketika Anda menemuinya di tes. Namun begitu ada beberapa idioms yang mungkin sudah biasa Anda ucapkan, misalnya:
- Be my guest: silakan
- A piece of cake: gampang
- Chip in: patungan

Berikut ini contoh untuk percakapan di Listening TOEFL yang menggunakan idiom:

Woman: Robert, are you ready to leave?
Man: At the drop of a hat!
Narrator : What does Robert imply?

Mohon diingat bahwa pria itu berbicara menggunakan idiom. Jadi tidak ada topi yang dijatuhkan. Cheers!

Disarikan dari beberapa sumber

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun