Mengapa Profesi Arsiparis Menjanjikan?
Profesi arsiparis semakin relevan, terutama di era digitalisasi. Dengan meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan data yang efektif, arsiparis memiliki prospek karir yang cerah. Berikut beberapa alasan mengapa profesi ini menjanjikan:
- Permintaan yang stabil: Hampir semua institusi membutuhkan pengelolaan arsip.
- Perkembangan teknologi: Digitalisasi membuka peluang besar bagi arsiparis untuk berkembang.
- Penghasilan menarik: Dengan kompetensi yang tepat, arsiparis bisa mendapatkan penghasilan yang kompetitif, terutama di sektor swasta.
Fakta Terbaru Mengenai Arsiparis
Menurut data dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada Rapat Koordinasi Evaluasi Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2024, kebutuhan arsiparis di Indonesia mencapai sekitar 100.000 orang. Namun, saat ini baru tersedia sekitar 11.000 hingga 12.000 arsiparis yang berarti baru terpenuhi sekitar 11% dari kebutuhan ideal. Kekurangan ini menjadi tantangan dalam upaya transformasi arsip ke format digital yang memerlukan tenaga profesional dan kompeten. Untuk mengatasi hal tersebut, ANRI telah membuka formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada akhir tahun 2023, dengan sekitar 7.000 formasi. Namun, belum semua posisi terisi karena kandidat yang memenuhi kriteria masih terbatas.
Situasi ini menunjukkan peluang besar bagi generasi muda yang tertarik berkarier sebagai arsiparis. Dengan meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan arsip yang efektif, terutama di era digital, profesi arsiparis menawarkan prospek yang menjanjikan di berbagai sektor.
Di Mana Belajar Menjadi Arsiparis?
Untuk menjadi arsiparis, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang sesuai. Di Indonesia, ada beberapa perguruan tinggi yang menyediakan program studi kearsipan, seperti:
- Universitas Indonesia (UI): Program studi D-4 Manajemen Rekod dan Arsip.
- Universitas Airlangga (UNAIR): Program studi D4-Kearsipan dan Informasi Digital.
- Universitas Gadjah Mada (UGM): Program studi D-4 Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi.
- Universitas Padjajaran (UNPAD): Program studi D-4 Kearsipan Digital.
- Universitas Diponegoro (UNDIP): Program studi D-3 Kearsipan.
Selain itu, pelatihan singkat dan sertifikasi juga tersedia melalui lembaga seperti Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Kesimpulan
Kearsipan adalah tulang punggung pengelolaan informasi yang berkelanjutan dan profesi arsiparis merupakan salah satu pekerjaan dengan masa depan yang cerah. Dengan peran strategisnya, arsiparis tidak hanya menjaga dokumen, tetapi juga membantu menjaga sejarah dan masa depan organisasi. Jadi, jika ingin memiliki karir yang menjanjikan, memberikan kontribusi nyata, dan relevan dengan era digital, menjadi seorang arsiparis adalah pilihan yang tepat. Jangan ragu untuk mulai mencari peluang belajar di universitas atau pelatihan kearsipan terdekat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H