Mohon tunggu...
Sheila Serena Susanto
Sheila Serena Susanto Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa FISIP UAJY 2019

Never let someone's opinion become your reality -Les Brown-

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Bagaimana Drama Korea The Penthouse Menggambarkan Kelas Sosial

24 Februari 2021   21:17 Diperbarui: 24 Februari 2021   21:48 1292
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Siapa yang saat ini tidak mengenal Drama Korea The Penthouse yang dikabarkan dapat menjadi obat bagi anda yang memiliki darah rendah? Yup!Begitulah drama satu ini kerap disebut. Drama The Penthouse dipercaya dapat membuat anda naik darah ketika menontonnya. The Penthouse menceritakan mengenai penghuni apartemen mewah yang memiliki ambisinya masing-masing. 

Selain memiliki ambisi, mereka juga memiliki rahasia besar yang disimpan secara rapat-rapat. Antar penghuni apartemen saling memiliki konflik dan masalah hingga hubungan mereka menjadi tidak akur dan harmonis. 

Selain itu, The Penthouse juga menceritakan kisah perselingkuhan pasangan suami istri yang terjadi hanya karena nafsu belaka. Tokoh yang ada di dalam drama Penthouse memiliki sifat-sifat yang buruk dan saling mengkhianati satu sama lain.

Tidak hanya itu, hal yang membuat drama ini semakin seru adalah bagaimana terdapat perbedaan kasta atau kelas sosial yang terjadi di antara penghuni apartemen The Penthouse. Sebelum kita melihat seperti apa kelas sosial yang ada di dalam drama The Penthouse. Mari kita mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan kelas sosial.

Kelas sosial sendiri merupakan suatu fenomena sosial yang bisa dengan mudah kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Kelas sosial biasanya terjadi dalam pergaulan kita dengan orang lain. 

Menurut Marx (dalam Heryana, 2020) kelas sosial ditentukan oleh pendapatan rata-rata yang dihasilkan oleh suatu individu. Sumber pendapatan yang positif atau lebih tinggi disebut dengan pemilik modal dan sumber pendapatan negatif atau lebih rendah disebut dengan kaum proletariat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa menurut Marx, kelas sosial dinyatakan tergantung dengan kekayaan yang dimiliki suatu individu. 

Menurut Davis dan Moore (dalam Heryana, 2020) kelas sosial dilihat melalui urgensi pekerjaan suatu individu. Teori ini adalah teori fungsionalis yang menyatakan bahwa pekerjaan yang memiliki kepentingan memiliki kasta yang tinggi, seperti dokter, pilot, dan lain sebagainya. Selanjutnya terdapat teori kompromi yang datang dari Max Weber. Weber (dalam Heryana, 2020) menjelaskan bahwa kelas sosial ditentukan dari kepemilikan barang, tingkat pendidikan, tingkat keterampilan, dan tingkat pendapatan.

Nah, setelah kita memahami pengertian singkat mengenai kelas sosial, yuk kita simak bersama kelas sosial dalam drama The Penthouse. Kelas sosial dalam The Penthouse digambarkan dengan lantai yang ditempati oleh penghuni apartemen. Semakin tinggi lantai yang ditempati, maka orang tersebut memiliki kedudukan yang semakin tinggi pula. 

Sebagai contoh, penghuni yang berada di lantai 80 dikenal lebih kaya, lebih berkuasa, lebih memiliki jabatan, dan tentunya lebih mempunyai kasta yang tinggi ketimbang penghuni yang tinggal di lantai 45. Penghuni yang berada di lantai 90 akan lebih tinggi lagi nilainya ketimbang penghuni yang berada di lantai 80. Begitulah seterusnya siapa yang lebih atas, dia lebih berkuasa. 

Lantai tertinggi adalah lantai 100 di mana penghuninya adalah pemilik The Penthouse itu sendiri. Ia tinggal bersama istrinya, kedua anaknya, dan asisten rumah tangga. Tidak sedikit wanita penghuni lantai bawah yang menginginkan posisi wanita di lantai 100.

Mungkin teman-teman bertanya mengapa mereka menjadi orang yang dapat menempati tempat-tempat eksklusif yang ada di apartemen The Penthouse? Itu semua dikarenakan kekayaan, jabatan, dan kekuasaan yang mereka miliki. Para penghuni The Penthouse memiliki citra yang cukup baik di masyarakat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun